Normal view

Hedera Bidik Kenaikan 31% saat Dana Masuk ETF Melonjak ke Level Tertinggi 2026— Satu Level Menjadi Penghalang

20 January 2026 at 10:00

Hedera diam-diam sedang mempersiapkan pergerakan yang sudah para trader nantikan sejak beberapa bulan terakhir. Setelah beberapa upaya pantulan gagal, aksi harga HBAR, permintaan ETF, dan arus spot akhirnya mulai selaras. Yang membuat momen ini berbeda bukan hanya pola grafiknya, tapi juga waktunya.

Level yang sebelumnya menggagalkan reli-reli terdahulu kini kembali jadi perhatian. Kali ini, level tersebut diuji bersamaan dengan permintaan ETF terkuat yang pernah dialami Hedera sepanjang 2026.

Hedera Bentuk Pola W Saat Resistance EMA Kembali

Hedera sedang membentuk pola W yang jelas, atau sering juga disebut double bottom, pada grafik harian. Struktur ini muncul ketika harga menguji support yang sama dua kali dan tetap bertahan, menandakan bahwa tekanan jual mulai melemah. Dalam kasus Hedera, level US$0,102 kini sudah beberapa kali menjadi lantai, dan setiap kali harga kembali ke level ini, pembeli kembali masuk.

Dari titik dasar tersebut, harga telah mencoba bergerak naik menuju area US$0,135 yang berfungsi sebagai neckline dari pola W. Jika neckline ini berhasil dilewati, struktur pola ini memproyeksikan potensi kenaikan sebesar 31%, sehingga target kenaikan ada di sekitar zona US$0,176.

HBAR Price Pattern
Pola Harga HBAR: TradingView

Ingin tahu insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Tapi di sinilah reli-reli sebelumnya gagal.

Setiap pantulan di awal tahun ini terhenti karena Hedera belum mampu merebut kembali exponential moving average (EMA) utamanya. EMA memberikan bobot lebih pada aksi harga terbaru dan membantu trader melihat apakah suatu pergerakan hanya koreksi atau mulai membentuk tren baru. Pada awal Januari, Hedera sempat menguasai EMA 20 hari dan memicu reli singkat sekitar 8% hingga 16%. Pergerakan itu cepat melemah karena harga gagal bertahan di atas EMA 50 hari.

Key price Levels
Level Penting HBAR: TradingView

Hambatan yang sama kini berada tepat di jalur neckline pola W. Artinya, struktur grafik dan garis EMA bertemu di titik yang sama. Breakout di atas US$0,135 tidak hanya akan mengkonfirmasi pola W, tapi juga menjadi kali pertama EMA 50 hari berhasil direbut lagi dalam beberapa minggu terakhir.

Itulah alasan mengapa pola yang sekarang ini lebih penting dibanding upaya-upaya sebelumnya. Dan, inilah juga alasan mengapa permintaan di balik layar sekarang menjadi sangat krusial.

Permintaan ETF dan Spot Meningkat Bersama seiring Pasokan Makin Ketat

Hedera baru saja mencatatkan arus masuk ETF terbesarnya sepanjang 2026. Pada pekan yang berakhir 16 Januari, arus masuk bersih mencapai sekitar US$1,46 juta; jumlah mingguan terbesar tahun ini. Ini penting karena permintaan ETF menunjukkan dana yang masuk lebih lambat dan stabil, cenderung menyerap pasokan saat konsolidasi, bukan mengejar breakout secara agresif.

HBAR ETF Flow
Arus ETF: SoSo Value

Kekuatan ETF ini kini tercermin pula di pasar spot.

Antara 18 Januari hingga 19 Januari, arus keluar bersih spot Hedera melonjak dari sekitar US$882.000 menjadi US$2,22 juta. Lonjakan lebih dari 150% dalam sehari ini menandakan pembeli menarik token dari exchange, alih-alih bersiap menjualnya.

SPOT Demand
Permintaan SPOT HBAR: Coinglass

Kesejajaran antara arus masuk ETF dan arus keluar spot ini sangat penting. Kali ini, permintaan muncul sebelum breakout, bukan sesudahnya.

Data selanjutnya akan jadi penentu. Pekan ETF saat ini akan ditutup pada 23 Januari. Jika arus masuk tetap positif hingga akhir pekan, berarti permintaan bergaya institusi masih menguat. Jika arus tersebut terhenti, berarti pembeli masih bersikap hati-hati.

Ketidakpastian ini menjadikan reaksi harga HBAR berikutnya sangat krusial.

Satu Level Harga HBAR Menentukan Breakout

Indikator momentum secara diam-diam mendukung skenario bullish. Antara 31 Desember hingga 19 Januari, harga Hedera sedang menguji pola low yang lebih rendah, sementara Relative Strength Index hampir mencetak low yang lebih tinggi. RSI mengukur kekuatan kenaikan dibanding penurunan harga baru-baru ini, dan divergensi seperti ini biasanya menandakan tekanan jual yang mulai melemah.

Sinyal bullish divergence masih bersifat kondisional.

Selama candle Hedera saat ini bertahan di atas US$0,102, divergence tersebut masih berlaku dan mendukung kemungkinan pergerakan naik lebih lanjut. Bila harga turun terus-menerus di bawah US$0,102, maka divergence ini langsung batal sementara, begitu juga pola W-nya, sehingga risiko penurunan pun kembali terbuka.

Jika harga bergerak naik, ujian utamanya bukan pada pantulan itu sendiri, tapi seberapa jauh kenaikannya. Pemulihan di area US$0,118 akan menandai pemulihan exponential moving average (EMA) 20-hari, sesuatu yang Hedera sudah pernah lakukan sebelumnya. Perubahan utama baru benar-benar terjadi ketika harga berada di atas US$0,127, tempat EMA 50-hari berada. Menembus level ini akan mengubah resistance sebelumnya menjadi support, lalu membuka peluang menuju US$0,135 dan dilanjutkan menuju zona target US$0,152 dan US$0,176.

HBAR Price Analysis
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Hedera telah menghabiskan beberapa minggu untuk membangun fondasi saat permintaan perlahan membaik. Grafiknya sudah siap. Arus dana juga makin membaik. Sekarang, semuanya tergantung pada satu level yang selama ini selalu menahan setiap reli — garis EMA 50-hari.

Pola Breakdown XRP 2022: Sejarah Terulang di Bawah US$1?

20 January 2026 at 08:56

Harga XRP (XRP) turun hampir 10% sejak Rabu lalu karena tekanan ekonomi makro terus membebani pasar aset kripto secara keseluruhan.

Menariknya, ada tiga pola utama yang terakhir muncul pada tahun 2022 kini muncul kembali, sehingga memicu kekhawatiran bahwa XRP bisa jatuh di bawah level US$1.

3 Pararel Historis Tunjukkan Risiko XRP yang Meningkat

Pertama, data Glassnode menunjukkan bahwa investor aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini sedang melakukan akumulasi pada harga di bawah biaya dasar holder 6 bulan hingga 12 bulan. Hal ini menandakan kalau pelaku pasar baru mulai masuk di level yang lebih menguntungkan.

Dinamika Klaster Holder XRP | Sumber: X/Glassnode

Selama ketidakseimbangan ini terjadi, tekanan psikologis terus meningkat bagi investor yang membeli di dekat harga puncak. Glassnode memperingatkan bahwa “pembeli di puncak” ini akan menghadapi tekanan yang makin besar seiring waktu. Pola ini mirip dengan situasi yang terjadi pada Februari 2022.

“Pola itu tidak berakhir dengan baik waktu itu,” tutur seorang pengamat pasar menambahkan.

Kedua, penurunan volume yang terjadi bersamaan dengan turunnya harga sangat mirip dengan perilaku pasar pada periode 2021–2022.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pelemahan harga XRP belakangan ini tidak menarik minat beli saat harga rendah yang berarti. Ini menandakan kurangnya keyakinan para pelaku pasar. Pola yang sama juga terjadi sebelum penurunan besar di Februari 2022.

XRP Historical Parallels
Paralel Historis XRP | Sumber: Coinglass

Ketiga, sinyal teknikal menyoroti risiko tambahan. Jika membandingkan struktur histogram Moving average convergence/divergence (MACD) antara periode 2025–2026 dan siklus 2021–2022, nampak pola momentum yang sangat mirip.

Data ini mengindikasikan bahwa XRP bisa saja turun hingga 45% jika harga menembus zona support di US$1,8–US$1,9. Jika terjadi breakdown, harga XRP bisa turun di bawah US$1, dan melintasi ambang psikologis dan teknikal yang penting.

XRP Price Prediction
Prediksi Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario Bullish: Potensi Pembalikan Arah

Sementara itu, analisis BeInCrypto menyebut XRP kini berada di momen penentuan. Harga XRP sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders yang berpotensi bullish.

Pola ini hanya akan valid bullish jika XRP berhasil merebut kembali EMA 100 hari di atas US$2,24 dan menembus zona neckline US$2,48–US$2,52. Jika terkonfirmasi, formasi ini berpotensi memberikan kenaikan sekitar 33%.

Selain itu, sebagian pelaku pasar percaya potensi reli mulai terbentuk untuk XRP. Seorang analis on-chain kripto ucap bahwa retest tren harian CME XRP telah selesai dan gap 4 jam CME juga sudah terisi.

Menurut analis tersebut, kondisi ini bisa membuka peluang bagi XRP untuk bergerak terpisah dari pasar dan segera reli dari level saat ini.

$XRP will pump hard soon.

Stay focused. 👇 pic.twitter.com/YEIglUifpK

— STEPH IS CRYPTO (@Steph_iscrypto) January 19, 2026

Dalam beberapa minggu ke depan, para trader akan mengamati apakah pola tahun 2022 terulang. Untuk sekarang, baik sinyal teknikal maupun on-chain serta kondisi pasar secara luas menunjukkan outlook hati-hati saat XRP menghadapi fase krusial ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang pola breakdown XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Whale Zcash Kalah Tanding dengan Penjual; Harga ZEC Hadapi Crash 55%

20 January 2026 at 08:00

Pergerakan harga Zcash mengecewakan para trader setelah breakout yang sangat dinantikan tidak terjadi. ZEC justru berbalik arah dengan tajam seiring memburuknya kondisi pasar secara menyeluruh, menghapus momentum bullish yang sempat terbentuk.

Meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro menggeser sentimen, sehingga posisi short kini lebih diunggulkan. Koreksi ini kini menguntungkan trader bearish yang sudah memposisikan diri ke arah downside setelah Zcash kehilangan support teknikal utama.

Whale Zcash Sudah Berusaha Maksimal

Sentimen pasar Zcash mencerminkan pertarungan jelas antara akumulasi dan distribusi. Data on-chain menunjukkan whale telah mencoba mengakumulasi ZEC dalam beberapa hari terakhir, menandakan keyakinan jangka panjang. Tapi penjual juga turut aktif, secara bertahap melepas token mereka dan mengantisipasi koreksi harga yang lebih dalam.

Saldo Zcash di exchange naik 3,4% dalam 24 jam terakhir, menjadi indikator kuat bahwa tekanan jual makin meningkat. Kenaikan saldo pada exchange biasanya menandakan token dipindahkan untuk likuidasi. Dengan ZEC yang kini telah breakdown secara teknikal, aktivitas jual ini kemungkinan akan makin cepat, sehingga harga semakin rentan menuju penurunan.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Zcash Exchange Balance
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen

Trader Long Harus Waspada Ancaman

Indikator makro semakin menunjukkan momentum bearish untuk Zcash. Funding rate ZEC selama lebih dari satu minggu tetap berada di area negatif, mencerminkan pasar yang didominasi posisi short. Para trader kini jelas lebih memilih strategi penurunan harga, sehingga tekanan turun pun makin kuat.

Zcash Funding Rate
Funding Rate Zcash | Sumber: Coinglass

Funding rate negatif menandakan trader short membayar biaya untuk mempertahankan posisi, biasanya pada masa keyakinan bearish yang kuat. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi trader long karena risiko terus meningkat seiring harga tidak mampu pulih. Funding rate negatif yang berkelanjutan biasanya berjalan seiring tren turun dalam waktu lama.

Data likuidasi semakin menambah pandangan waspada. Berdasarkan peta likuidasi, sekitar US$4,73 juta posisi long bisa terlikuidasi jika ZEC turun ke US$352. Konsentrasi risiko ini meningkatkan kemungkinan terjadi sell-off beruntun, sebab likuidasi paksa akan memperparah volatilitas dan menambah dorongan bearish.

Zcash Liquidation Map
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass

Harga ZEC Bisa Naik Lagi

Pada waktu publikasi, ZEC diperdagangkan di sekitar US$363 setelah menembus turun pola segitiga. Pergerakan harga sebelumnya sempat memberi harapan akan breakout, namun sentimen makro yang memburuk membalikkan skenario itu. Breakdown ini berpotensi membawa penurunan hingga 55%, sehingga target teknikal turun mendekati US$171.

Jika skenario bearish berjalan, Zcash kemungkinan akan merosot terlebih dahulu ke area support US$340. Jika ZEC gagal bertahan di zona ini, tekanan jual diperkirakan akan semakin deras. Breakdown lebih lanjut dapat menyeret harga menuju US$300, dengan area US$256 menjadi support berikutnya jika tekanan jual berlanjut.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Meski sedang lemah, narasi privacy coin tetap bertahan. Jika bull mampu mengambil alih, ZEC dapat stabil di atas US$340 dan berpeluang rebound. Pemulihan menuju US$405 akan membatalkan skenario bearish, menandakan permintaan baru dan mengubah momentum kembali berpihak pada pembeli.

Whale Ethereum Transaksi US$110 Juta saat Tekanan Pasar Meningkat

20 January 2026 at 06:08

Ethereum (ETH) mengalami tekanan jual yang signifikan pada Januari 2026. Wallet whale dan institusi telah memindahkan lebih dari US$110 juta ETH ke beberapa exchange utama.

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index menunjukkan permintaan yang melemah di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, permintaan staking yang semakin tinggi. Sinyal teknikal yang mendukung memberikan prospek yang tetap optimistis meskipun hati-hati untuk aset ini.

Transfer Ethereum Besar Tunjukkan Aktivitas Tinggi dari Whale dan Institusi

Data on-chain menunjukkan banyak transaksi besar Ethereum. Perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa sebuah wallet dengan identitas 0xB3E8, yang mulai melakukan trading ETH delapan tahun lalu, telah mentransfer 13.083 ETH senilai sekitar US$43,35 juta ke Gemini minggu lalu.

Walaupun terjadi perpindahan tersebut, wallet tersebut masih menyimpan 34.616 ETH, dengan nilai sekitar US$115 juta.

It appears that a whale is dumping 13,000 $ETH($41.75M).

Galaxy Digital OTC wallet just transferred 13,000 $ETH($41.75M) out and has already deposited 6,500 $ETH($20.89M) into #Binance, #Bybit, and #OKX.https://t.co/UT2jKKEMFS pic.twitter.com/GolGaNMzrN

— Lookonchain (@lookonchain) January 19, 2026

Selain whale, pelaku institusi juga melakukan pergerakan besar. Lookonchain mencatat bahwa perusahaan Ethereum treasury FG Nexus menjual 2.500 ETH, dengan nilai sekitar US$8,04 juta.

Penjualan sebelumnya dari perusahaan ini terjadi pada November 2025, saat mereka memindahkan 10.975 ETH ke Galaxy Digital pada 18 dan 19 November. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 37.594 ETH dengan nilai sekitar US$119,7 juta.

Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet yang kemungkinan terkait dengan perusahaan venture capital Fenbushi Capital mengirim 7.798 ETH senilai US$25 juta ke Binance. Token-token tersebut telah di-staking selama dua tahun sebelum akhirnya kembali beredar.

Perlu dicatat bahwa pelaku pasar sering melihat arus masuk dana ke exchange sebagai sinyal awal adanya potensi aksi jual. Aset biasanya dipindahkan ke exchange terpusat untuk mendapatkan likuiditas atau melakukan trading.

Tapi, pergerakan ini belum tentu langsung diikuti oleh penjualan pasar secara segera. Dana tersebut bisa juga untuk kebutuhan rebalancing internal, penempatan collateral, strategi hedging, atau penyelesaian over-the-counter. Jadi, meskipun deposit ke exchange bisa meningkatkan risiko aksi jual jangka pendek, hal ini tidak serta merta menandakan bahwa likuidasi akan segera terjadi.

Sejalan dengan pergerakan on-chain tersebut, indikator berbasis pasar juga memberikan gambaran tambahan soal kondisi saat ini. Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan persentase harga Coinbase Pro (pasangan USD) dan harga Binance (pasangan USDT), saat ini berada di zona negatif. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari investor institusi asal Amerika Serikat.

ETH's Negative Coinbase Premium Index
Coinbase Premium Index Negatif ETH | Sumber: CryptoQuant

Ethereum Staking dan Sinyal Teknikal Tunjukkan Ketahanan

Meski begitu, ekosistem staking Ethereum terus menunjukkan permintaan yang konsisten. Berdasarkan data antrean validator, terdapat 2,7 juta ETH dalam antrean masuk untuk staking, sehingga menyebabkan waktu tunggu hingga 47 hari. Backlog yang besar ini menandakan minat yang tinggi untuk berpartisipasi sebagai validator dan dukungan jangka panjang terhadap jaringan.

Perbandingan antara antrean masuk dan keluar menjadi perhatian. Ada 36.960 ETH yang menunggu antrean keluar. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal bahwa meski beberapa holder besar memilih untuk menjual, mayoritas validator tetap berkomitmen ingin mendapatkan imbalan staking dan membantu menjaga keamanan jaringan.

Tom Lee(@fundstrat)'s #Bitmine staked another 86,848 $ETH($277.5M) 5 hours ago.

In total, #Bitmine has now staked 1,771,936 $ETH($5.66B).https://t.co/P684j5Yil8 pic.twitter.com/fNoIuERqKt

— Lookonchain (@lookonchain) January 20, 2026

Selain itu, analis pasar juga menyoroti sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk aset ini. Mengomentari situasi saat ini, analis Crypto Gerla menuturkan bahwa ETH sedang berada di fase re-akumulasi. Analis tersebut juga menambahkan bahwa pergerakan menuju US$3.600 bisa saja terjadi.

Bears called for a top last cycle because of the $ETH head and shoulder pattern.

Now, ETH is forming an inverse head and shoulder pattern, but bears think it won't play out this time.

They were right in 2022 and will be wrong in 2026. pic.twitter.com/mHcDZyGBXY

— BitBull (@AkaBull_) January 19, 2026

Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, harga perdagangan Ethereum berada di angka US$3.166,51, turun 1,11%. Apakah tekanan jual akan tetap menekan aset ini atau justru momentum bullish kembali berkuasa, bakal menjadi tren penting yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan whale Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Setup Cardano Ini Pernah Picu Reli 32% — On-Chain Metrics Nampaknya Akan Terjadi Lagi?

20 January 2026 at 05:54

Harga Cardano sepertinya sedang mendekati titik keputusan. Walau harganya masih tertekan, ada pola teknikal yang sudah dikenal mulai terbentuk di balik permukaan. Struktur yang sama pernah mendahului reli sebesar 32% di akhir tahun lalu, kini kembali muncul, tapi kali ini didukung oleh perilaku on-chain tertentu dari whale dan holder jangka panjang.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi soal ada atau tidak adanya sinyal. Melainkan, apakah perilaku pendukungnya cukup kuat untuk mendorong sinyal itu terwujud.


Setup Bullish yang Sudah Dikenal Muncul Lagi — dan Crypto Whale Bersiap Lebih Awal

Cardano sedang membentuk bullish divergence di chart harian. Bullish divergence terjadi saat harga mencetak lower low, namun momentum, yang diukur dengan Relative Strength Index (RSI), justru bergerak naik. RSI membandingkan keuntungan dan kerugian terbaru untuk menilai apakah tekanan jual mulai melemah.

Pola ini sebelumnya pernah penting bagi Cardano.

Antara 4 November hingga 31 Desember 2025, ADA mencetak lower low sementara RSI membentuk higher low. Divergensi itu menandai tekanan jual yang mulai habis dan selanjutnya diikuti reli sebesar 32%. Struktur serupa kini mulai terbentuk lagi antara 4 November 2025 hingga 19 Januari 2026, selama harga ADA masih bertahan di atas area US$0,35.

Bullish Divergence Forming
Bullish Divergence Forming | Sumber: TradingView

Ingin insight token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Perilaku whale memperkuat sinyal kali ini.

Wallet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ADA terlihat terus menambah akumulasi sejak 12 Januari. Total simpanan mereka naik dari sekitar 5,51 miliar ADA menjadi 5,61 miliar ADA, meningkat sekitar 100 juta ADA, atau 1,8% hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Dengan harga saat ini, itu setara eksposur tambahan lebih dari US$36 juta.

Cardano Whales
Whale Cardano | Sumber: Santiment

Akumulasi seperti ini biasanya muncul sebelum terjadi pergeseran momentum, bukan setelahnya. Tapi, momentum saja tidak cukup. Perilaku dari kelompok holder lain juga yang bakal menentukan apakah pola ini bisa berlanjut.


Holder Tetap Tenang Sementara Aktivitas Jangka Pendek Meningkat — Sinyal Campuran

Agar bisa memahami risiko di balik pola ini, kita perlu melihat aktivitas pergerakan koin yang sudah dipegang atau spent coin. Aktivitas spent coin melacak berapa banyak koin yang dipindahkan di jaringan, sehingga memberi gambaran siapa yang menjual dan siapa yang masih diam.

Holder jangka panjang, yang di sini berarti wallet yang memegang ADA selama 180 hingga 365 hari, menunjukkan keyakinan kuat. Aktivitas spent coin mereka anjlok dari sekitar 67,47 juta ADA pada 14 Januari ke sekitar 174.000 ADA dalam waktu dekat ini. Penurunan lebih dari 99% ini menyebabkan aktivitas sentuh titik terendah bulanan. Singkatnya, holder jangka panjang tidak menjual di saat harga lemah.

HODLers Not Moving ADA
Holder Tidak Memindahkan ADA | Sumber: Santiment

Sementara, holder jangka pendek justru memperlihatkan kondisi yang sangat berbeda.

Koin yang dipegang selama 30 hingga 60 hari tiba-tiba menjadi jauh lebih aktif seiring dengan terbentuknya pola bullish. Aktivitas spent coin untuk kelompok ini melonjak dari sekitar 3,6 juta ADA pada 18 Januari menjadi sekitar 14,84 juta ADA, naik sekitar 312% dalam waktu singkat.

Divergensi ini cukup berpengaruh.

Kurangnya aktivitas dari holder jangka panjang cukup menopang sisi bawah harga serta menurunkan risiko panik. Di waktu bersamaan, naiknya aktivitas jangka pendek memperbesar risiko suplai jika harga mulai bergerak naik. Ketidakseimbangan semacam ini bisa saja yang dulu membatasi reli Cardano berbasis RSI sebelumnya sehingga tidak berubah jadi tren yang bertahan lama.

Short-Term Cohort
Kelompok Jangka Pendek | Sumber: Santiment

Apakah pola ini akan menghasilkan reli kini sangat bergantung pada reaksi harga di level-level kunci.


Level Harga Cardano dan Dua Metrik Lain Tentukan Apakah Sejarah Terulang

Terakhir kali Cardano reli 32%, pergerakan itu akhirnya gagal karena harga ADA tidak berhasil kembali ke exponential moving average (EMA) 50 hari. EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru sehingga lebih sensitif terhadap perubahan tren. Pada reli itu, ADA tertahan di dekat EMA 50 hari yang sekarang ada di sekitar US$0,41.

Level tersebut menjadi rintangan utama pertama lagi.

Jika divergensi RSI saat ini terkonfirmasi dan harga naik lebih tinggi, penutupan harian yang jelas di atas US$0,41 akan menandakan bahwa momentum jangka pendek akhirnya sejalan dengan skemanya. Di atas itu, US$0,43 menjadi resistance berikutnya, lalu US$0,48 yang sangat dekat dengan EMA 200 hari, sekaligus menandai perubahan tren yang lebih berarti.

Arus modal membawa perbedaan penting kali ini.

Chaikin Money Flow (CMF) yang memantau apakah modal masuk atau keluar dari suatu aset justru bergerak naik walaupun harga sempat turun. Sebelumnya, CMF gagal bertahan di atas garis nol saat reli, menandakan arus masuk lemah. Kali ini, CMF naik dan tetap positif, menunjukkan akumulasi terjadi bahkan saat harga Cardano turun.

Pembelian whale yang sudah disebutkan sebelumnya juga punya peran mendorong CMF ke level yang lebih tinggi.

Cardano Price Analysis
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Dari sisi bawah, pola ini masih bersifat kondisional. Jika terus turun di bawah US$0,35, maka divergensi bullish akan melemah dan membuka jalan menuju US$0,32 sehingga peluang pola berulang pun tertunda.

3 Altcoin yang Berpotensi Cetak Rekor ATH Baru di Pekan Ketiga Januari 2026

20 January 2026 at 05:53

Pasar kripto saat ini berada dalam kondisi netral, tidak didominasi oleh sentimen greed maupun fear, karena mayoritas token belum menunjukkan arah yang tegas. Sementara sebagian aset masih berjuang sekadar untuk pulih, beberapa altcoin justru mulai mendekati peluang pencetakan rekor harga all-time high (ATH) baru.

BeInCrypto menganalisis tiga altcoin yang berpotensi mencetak all-time high dalam beberapa hari ke depan.

Monero (XMR)

XMR masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mencetak all-time high baru pekan ini. Setelah melesat 57% hingga mencapai puncak sementara di dekat US$800, aset ini terkoreksi tajam. Saat ini, Monero nangkring di kitaran US$635, mencerminkan aksi ambil untung, bukan pelemahan struktural, di tengah minat yang tetap tinggi atas aset kripto yang berfokus privasi.

Kendati terkoreksi, XMR masih bertahan kokoh di atas zona support US$560. Indikator Chaikin Money Flow tidak menunjukkan arus keluar modal, melainkan hanya pelemahan arus masuk dalam 24 jam terakhir. Stabilitas ini mengindikasikan potensi akumulasi lanjutan, yang bisa membuka jalan bagi rebound sekitar 24% menuju all-time high sebelumnya.

XMR Price Analysis.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Risiko tetap ada apabila sentimen pasar memburuk. Bila terperosok secara tegas di bawah support US$560, itu akan menggugurkan proyeksi bullish. Dalam skenario tersebut, XMR terancam turun menuju US$500 atau lebih rendah, menandakan koreksi yang lebih dalam serta pergeseran momentum ke pihak penjual.

Rain (RAIN)

Rain termasuk salah satu altcoin yang saat ini bertengger paling dekat dengan all-time high-nya. Token ini berada kurang dari 10% di bawah puncak US$0,0100 yang tercapai awal bulan ini. Kinerja relatif yang kuat mencerminkan minat berkelanjutan, menjadikan RAIN sebagai aset penting untuk dipantau dalam fase pasar saat ini.

Pergerakan harga RAIN sangat bergantung pada kemampuannya untuk bertahan di atas support US$0,0090. Rebound yang solid dari area ini akan menandakan kembalinya momentum beli. Apabila itu terjadi, harga berpeluang kembali menguji US$0,0100, dan breakout di atas level tersebut akan mengantarkan Rain ke all-time high baru.

RAIN Price Analysis.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView

Risiko drop masih ada andaikata momentum bullish gagal terbentuk. Aksi turun ke bawah support US$0,0090 akan melemahkan struktur pasar. Dalam skenario ini, harga RAIN berpotensi terkoreksi menuju US$0,00860, mencerminkan retracement alias koreksi yang lebih dalam dan meningkatnya tekanan jual jangka pendek.

River (RIVER)

Harga RIVER masih berada sekitar 75% di bawah all-time high US$43. Namun, momentum terbaru mulai memangkas jarak tersebut. Altcoin ini meroket hampir 40% pada hari Minggu, menunjukkan akselerasi reli yang signifikan. Lonjakan tajam semacam ini menandakan minat spekulatif masih aktif, membuat prospek harga RIVER tetap terfokus pada volatilitas lanjutan dan kelanjutan tren.

Saat diperdagangkan di bawah resistance US$30, RIVER menunjukkan tekanan jual yang relatif terbatas dalam beberapa sesi terakhir. Volume yang stabil mengindikasikan holder cenderung bertahan alih-alih melepas kepemilikan. Jika struktur ini bertahan, momentum bullish dapat berlanjut sepanjang pekan, mendorong RIVER menembus US$30 dan membuka jalur menuju retest all-time high US$43.

RIVER Price Analysis.
Analisis Harga RIVER | Sumber: TradingView

Proyeksi bullish akan melemah seumpama sentimen investor beralih ke aksi ambil untung. Koreksi berpotensi menyeret harga RIVER menuju support US$19. Lenyapnya level tersebut akan serta-merta membuyarkan proyeksi bullish dan membuka risiko drop yang lebih curam menuju US$11, sekaligus menandai pembalikan struktur pasar secara tegas.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang berpotensi mencetak rekor harga ATH di pekan ketiga Januari 2026 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Meme Coin Wajib Pantau di Pekan Ketiga Januari 2026

20 January 2026 at 04:42

Meme coin mengalami pekan yang berat, seiring pasar kripto secara luas memancarkan sinyal netral hingga bearish. Meski banyak token masih mencatatkan koreksi, sebagian lainnya kini berada di titik yang berpotensi memicu pembalikan arah alias reversal.

BeInCrypto menganalisis 3 meme coin yang wajib masuk watchlist investor menjelang akhir Januari ini.

Ponke (PONKE)

PONKE masuk dalam jajaran performer terlemah pekan ini setelah anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$0,0474. Meski demikian, meme coin ini masih bertahan di atas level support US$0,0454, yang untuk sementara membatasi tekanan turun lebih lanjut. Pergerakan harga jangka pendek mencerminkan tekanan jual yang kokoh, namun stabilisasi mengindikasikan belum terjadi kapitulasi penuh.

Di tengah koreksi tersebut, PONKE masih mampu bertahan di atas exponential moving average (EMA) 50 hari. Level ini kerap menjadi penanda kekuatan tren jangka pendek. Selama harga tetap berada di atas EMA tersebut, peluang terjadinya breakdown yang lebih dalam relatif menurun, sekaligus menjaga peluang rebound teknikal tetap terbuka.

PONKE Price Analysis.
Analisis Harga PONKE | Sumber: TradingView

Agar pemulihan benar-benar terkonfirmasi, PONKE perlu merebut kembali resistance di US$0,0525. Jika level ini berhasil diterobos, harga berpotensi melaju menuju US$0,0611, yang dapat menutup sebagian kerugian sebelumnya. Sebaliknya, jika sentimen bearish terus berlanjut, drop di bawah US$0,0454 dapat membuka jalan bagi pelemahan lanjutan menuju US$0,0402.

Popcat (POPCAT)

POPCAT terkoreksi 18,4% dalam sepekan terakhir dan menjadi salah satu meme coin dengan kinerja terlemah. Saat ini, token tersebut diperdagangkan di atas support US$0,081. Meski tekanan jual cukup intens, zona ini sejauh ini mampu menahan penurunan lebih lanjut, menandakan fase stabilisasi jangka pendek ketika pelaku pasar menilai apakah tekanan jual mulai mereda.

Indikator teknikal mulai mengisyaratkan potensi kelelahan penjual. Money Flow Index (MFI) berada di sekitar ambang oversold (jenuh jual) di level 20,0, yang biasanya menandai berkurangnya tekanan jual. Penurunan di bawah level ini kerap diikuti oleh relief rally. Apabila minat beli kembali muncul, POPCAT berpotensi rebound menuju US$0,089, dengan US$0,100 menjadi level kunci untuk memulihkan kerugian terbaru.

POPCAT Price Analysis
Analisis Harga POPCAT | Sumber: TradingView

Namun, risiko koreksi masih membayangi apabila sentimen pasar gagal membaik. Tekanan jual yang berlanjut dapat mendorong POPCAT menembus support US$0,081. Jika itu terjadi, harga berpotensi meluncur ke area US$0,077 atau lebih rendah, yang akan membatalkan skenario pembalikan bullish dan memperkuat momentum bearish dalam jangka pendek.

Mog Coin (MOG)

Harga MOG turun 17,8% sepanjang pekan lalu dan kini parkir di sekitar US$0,000000267 pada waktu publikasi. Berbeda dengan meme coin lainnya, MOG masih menunjukkan tanda stabilisasi yang terbatas. Struktur harga dan indikator momentum justru mengarah pada risiko penurunan lanjutan, alih-alih sinyal pembalikan dalam kondisi pasar saat ini.

Tekanan jual masih terus terbangun berdasarkan indikator momentum. Money Flow Index berada di level 37,1, jauh di atas ambang oversold 20,0 yang biasanya mendahului rebound. Kondisi ini mengindikasikan harga MOG masih berpotensi melanjutkan penurunan, menembus support US$0,000000242, dan meluncur menuju level yang sebelumnya sempat diuji di US$0,000000206.

MOG Price Analysis.
Analisis Harga MOG | Sumber: TradingView

Meski demikian, perubahan sentimen pasar secara luas dapat mengubah prospek MOG. Jika kondisi bullish menguat, MOG berpotensi bertahan di atas support US$0,000000242. Bertahannya level ini dapat membuka peluang rebound menuju US$0,000000317, sekaligus membatalkan skenario bearish dan menandakan kembalinya minat spekulatif terhadap meme coin tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang meme coin untuk masuk watchlist pekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Zcash Terhindar dari Crash 34% saat Dip Buyer Masuk — Penyelamatan Sempurna atau Hanya Jeda Sementara?

20 January 2026 at 00:00

Zcash Hampir Alami Breakdown Besar, Tapi Pembeli Langsung Menyelamatkan. Pada Chart 12 Jam, Pola Bearish Hampir Terbentuk Sepenuhnya dan Mengisyaratkan Koreksi Harga Zcash yang Dalam.

Alih-alih breakdown, aksi beli saat harga turun menciptakan ekor bawah yang panjang, sehingga breakdown tertunda. Tapi pertanyaan lebih besar adalah apakah ini aksi pembelian penuh keyakinan atau hanya upaya bertahan sementara untuk menunda yang tak terelakkan.


Breakdown 34% Hampir Terjadi — Sampai Pembeli Masuk

Pada chart 12 jam, Zcash membentuk pola head-and-shoulders yang jelas. Level breakdown berada di sekitar US$359, dan harga sempat diperdagangkan di bawah titik tersebut. Pergerakan ini hampir memicu aktivasi penuh pola tersebut yang menargetkan penurunan 34%.

Namun, breakdown ini belum terkonfirmasi.

Pembeli bereaksi agresif, mendorong harga naik lagi di atas support sebelum candle ditutup. Hasilnya, tercipta ekor bawah yang panjang – sebuah tanda klasik bahwa permintaan muncul tepat di area yang diharapkan penjual akan melanjutkan tekanan jual. Untuk saat ini, ekor itu melambangkan breakdown yang terselamatkan, bukan pembalikan tren.

Bearish Pattern
Pola Bearish | Sumber: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar di Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Momen ini menambah sedikit lapisan support. Antara 10 Januari sampai 19 Januari, Zcash membentuk lower low pada harga, sedangkan indikator RSI (Relative Strength Index) justru membentuk higher low. Ini adalah bullish divergence standar di time frame 12 jam. Umumnya, sinyal ini menunjukkan adanya potensi rebound jangka pendek, terutama setelah penurunan tajam.

Bullish Divergence Forming
Bullish Divergence Mulai Terbentuk | Sumber: TradingView

Meski demikian, divergence ini masih rapuh. Agar tetap valid, harga Zcash harus bertahan di atas US$335 pada time frame 12 jam. Jika harga ditutup di bawah angka tersebut, sinyal akan melemah dan peluang penurunan kembali terbuka. Singkatnya, pembeli berhasil menunda penurunan. Tapi mereka belum menghilangkannya.


Pembelian Whale dan Arus Spot Mulai Melambat

Melihat lebih dalam, ada alasan kenapa breakdown ini tertahan.

Selama tujuh hari terakhir, whale menambah kepemilikan Zcash sebesar 12,65%, sehingga pasokan yang dikuasai whale naik jadi sekitar 9.950 ZEC. Kelompok inilah yang menyokong harga paling kuat selama tekanan jual. Sebaliknya, 100 alamat teratas (mega whale) tidak menambah kepemilikan secara signifikan, yang berarti para holder besar jangka panjang masih berhati-hati.

Zcash Whales
Whale Zcash | Sumber: Nansen

Data pasar spot juga memperkuat gambaran ini.

Pada akhir November, Zcash mencatat arus keluar harian dari exchange hampir US$61 juta, menandakan adanya aksi beli penuh keyakinan. Sekarang, permintaan sebesar itu sudah hilang. Pada 18 Januari, arus bersih keluar hanya US$15,7 juta. Lalu, 19 Januari, angkanya langsung turun ke US$7,68 juta saja. Ini merupakan penurunan 87% dibandingkan level akumulasi puncaknya.

Spot Exchange Netflows
Arus Bersih Exchange Spot | Sumber: Coinglass

Pembelian masih terjadi, tapi lajunya jauh lebih lambat.

Money Flow Index (MFI) membantu mengidentifikasi tipe permintaan yang terjadi. MFI menggabungkan data harga dan volume untuk menunjukkan apakah tekanan beli bersifat agresif atau defensif. Pada chart 12 jam, MFI membentuk higher low, walau harga Zcash menurun.

Pergerakan ini menandakan aksi beli saat harga turun, bukan aksi kejar breakout. Artinya, pembeli masuk hanya setelah harga melemah, bukannya langsung percaya diri membeli di harga tinggi.

ZEC Dip Buyers Continue To Come In
Aksi Beli Saat Harga Turun di ZEC Masih Berlanjut | Sumber: TradingView

Pembedaan ini penting. Aksi beli saat harga turun bisa menghentikan penurunan tajam, persis seperti yang baru terjadi di dekat level breakdown. Tapi tanpa dorongan lanjutan yang lebih kuat, biasanya aksi ini jarang mampu mendorong reli yang berkelanjutan sendirian.

Saat ini, permintaan Zcash masih ada. Tapi, permintaan itu terlihat hati-hati, selektif, dan lebih bersifat reaktif, bukan mendesak.


Level Harga Zcash yang Menentukan Apakah Save Berubah Menjadi Reversal

Karena breakdown tertunda, level harga kini menjadi lebih penting daripada indikator.

Zona penting pertama masih di kisaran US$359 hingga US$350. Jika Zcash kehilangan area ini dalam penutupan 12 jam, pola head-and-shoulders kemungkinan kembali aktif. Hal ini bisa membuka jalan turun ke US$250, yang hampir menyelesaikan proyeksi penurunan 34%.

Jika para pembeli terus mempertahankan zona ini, stabilisasi jangka pendek masih mungkin terjadi.

Untuk potensi kenaikan, level US$450 menjadi ujian nyata pertama. Level ini menandai bahu kanan dari pola bearish. Jika harga mampu bergerak stabil di atasnya, pola bearish dapat melemah dan momentum kembali terbentuk.

Zcash Price Analysis
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Namun, pola bearish baru benar-benar patah jika harga menembus di atas US$559. Sebelum itu terjadi, setiap pantulan masih tergolong koreksi, bukan perubahan tren.

Zcash sekarang berada di tengah-tengah. Pembeli membuktikan mereka siap bertahan di harga ini. Crypto whale mulai masuk. Aktivitas beli saat harga turun masih aktif. Tapi keyakinan sudah tak sekuat fase akumulasi sebelumnya.

Penurunan 34% sudah tertahan — untuk saat ini. Apakah kondisinya bertahan atau tidak akan sangat bergantung pada langkah para pembeli selanjutnya, bukan hanya tindakan mereka sebelumnya.

Exchange-Traded Fund (ETF) Solana Catat Outflow Pertama dalam 4 Minggu saat Harga Turun ke US$130

19 January 2026 at 11:05

Aksi harga Solana baru-baru ini memperlihatkan upaya pemulihan yang gagal dan mengonfirmasi penurunan yang sebelumnya telah diproyeksikan. Setelah kesulitan mempertahankan momentum kenaikan, SOL justru berbalik melemah karena tekanan jual semakin meningkat.

Kepercayaan investor menurun setelah kerugian terakhir, yang juga berdampak pada exchange-traded fund dan mengakhiri rekor arus masuk selama empat minggu berturut-turut ke ETF berfokus Solana.

Solana Kehilangan Kepercayaan Investor

ETF spot Solana mencatat arus keluar bersih pertama dalam satu bulan, menandakan adanya perubahan sentimen institusi secara jelas. Arus keluar sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2025, sehingga data terbaru menjadi sangat penting. Perubahan ini menunjukkan bahwa investor yang fokus pada kondisi makro sedang mengevaluasi kembali eksposur mereka seiring SOL yang tidak mampu mempertahankan reli yang dicoba sebelumnya.

Ketiadaan kelanjutan kenaikan harga mengurangi keyakinan dari pelaku pasar besar. Arus ETF umumnya menggambarkan posisi jangka panjang daripada spekulasi jangka pendek. Ketika Solana kesulitan bertahan di level teknikal utama, modal pun berpindah dari produk-produk terkait SOL. Arus keluar ini menambah tekanan jual dan memperlemah kestabilan harga jangka pendek.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.

Solana ETF Flows.
Arus ETF Solana | Sumber: SoSoValue

Metri on-chain juga menunjukkan pandangan yang berhati-hati. Data Net Realized Profit/Loss memperlihatkan investor membukukan kerugian bersih selama empat hari berturut-turut. Pola ini menandakan tekanan yang kian meningkat di antara holder karena penurunan harga menghapus keuntungan yang baru diperoleh. Kerugian beruntun seperti ini sering kali diikuti peningkatan distribusi, terutama saat kondisi pasar tidak pasti.

Kerugian yang direalisasikan mendominasi Solana sepanjang Desember 2025, menggambarkan tekanan penurunan yang berlangsung lama. Januari sempat membawa angin segar dengan profitabilitas yang membaik. namun aksi jual panik selama empat hari terakhir lagi-lagi meniadakan kenaikan itu. Holder yang merugi sepertinya semakin siap untuk keluar dari posisi mereka sehingga pasokan meningkat dan mendorong SOL makin dalam ke fase koreksi.

Solana Net Realized Profit/Loss.
Arus Bersih Profit/Loss Realisasi Solana | Sumber: Glassnode

Rincian Harga SOL

Pada waktu publikasi, Solana diperdagangkan di kisaran US$133 setelah mengalami breakdown dari pola wedge menanjak. Secara teknikal, struktur ini memproyeksikan penurunan hampir 10% hingga ke US$128. SOL mendekati level ini dalam perdagangan terakhir, mengonfirmasi dampak bearish pada pola tersebut dan memvalidasi risiko penurunan lebih lanjut.

Setelah mencetak level terendah intraday di US$130, Solana nampak rentan untuk melemah lebih dalam. Pergerakan menuju US$128 diperkirakan masih sangat mungkin beberapa hari ke depan. Arus keluar ETF, kerugian yang ter-realisasi, dan kepercayaan investor yang memudar semuanya mengisyaratkan tekanan lanjutan pada harga SOL.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Pandangan bearish ini bisa berubah jika arus keluar ETF mulai stabil. Jika tekanan jual dari institusi mulai mereda, Solana berpeluang merebut kembali US$136 sebagai support. Bertahan di level itu akan membatalkan skenario bearish saat ini. Pemulihan yang berhasil bisa membuka peluang menuju US$146, menandakan keyakinan baru dan momentum jangka pendek yang membaik.

Sinyal Bear Bitcoin Mulai Muncul Januari Ini, Apa Saja?

19 January 2026 at 07:38

Januari sejauh ini berlangsung volatil untuk Bitcoin (BTC), karena aset ini menghadapi tekanan baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Uni Eropa setelah pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump.

Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini turun hampir 2,5% ke US$92.663. Sementara itu, para analis menunjukkan sinyal pasar bearish yang mulai muncul di tahun 2026.

1. Bearish Kumo Twist Muncul di Chart Bitcoin

Pada postingan terbaru di X (sebelumnya Twitter), analis Titan of Crypto menyoroti adanya “Kumo twist” yang tampak di chart mingguan Bitcoin. Sebagai informasi, Kumo twist adalah formasi yang terjadi ketika dua rentang utama dari Ichimoku Cloud (Senkou Span A dan Senkou Span B) berpotongan sehingga menyebabkan arah cloud masa depan berubah.

Bergantung pada arah perpotongan tersebut, formasi ini bisa menjadi sinyal potensi transisi dari kondisi bullish ke bearish atau sebaliknya, dari bearish ke bullish. Pada kasus Bitcoin saat ini, twist yang muncul bersifat bearish.

Bitcoin Ichimoku Cloud bearish shift
Ichimoku Cloud Mingguan Bitcoin | Sumber: X/Titan of Crypto

Merujuk pada siklus pasar sebelumnya, Titan of Crypto menjelaskan bahwa pergeseran Kumo mingguan serupa biasanya di ikuti fase koreksi yang signifikan di mana Bitcoin mencatat penurunan sekitar 67% hingga 70%.

“Secara historis, ketika Kumo mingguan berubah jadi bearish, BTC memasuki fase bear market. Itu bukan berarti harga langsung turun. Artinya, struktur dan dinamika tren pasar secara umum telah berubah. Ini hanya sebagai konteks, bukan prediksi. Berdasarkan tiga siklus terakhir,” terang postingan tersebut.

2. Bitcoin Masih Sulit Menembus Batas Penting

Selain itu, saat ini Bitcoin di perdagangkan di bawah moving average 365 hari yang berada di kisaran US$101.000. Batas ini sangat penting pada bear market tahun 2022, karena sempat menghentikan reli pemulihan.

Bitcoin 365-day moving average analysis
Penolakan Harga Bitcoin di MA 365 Hari | Sumber: X/Coin Bureau

Analisis dari Coin Bureau menerangkan bahwa posisi Bitcoin yang kini berada di bawah MA ini menandakan pasar masih dalam kondisi bearish.

Analisis teknikal lain menggunakan Gaussian Channel pada chart lima hari juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Analis kripto bernama Raven mengamati bahwa Bitcoin telah kehilangan level median dari channel ini.

Postingan tersebut menambahkan bahwa kegagalan menahan dan melakukan retest pada level ini secara historis menandai awal fase lebih agresif dari bear market.

“Saya yakin kita memang menuju zona US$103k untuk retest, atau mungkin sedikit lebih tinggi demi mencari likuiditas. Jika kita berhasil membentuk dan mempertahankan support di atas median, saya akan memberi kabar. Sampai saat itu, semuanya sebaiknya dianggap hanya dead cat bounce,” lanjut analis tersebut.

Bitcoin Gaussian Channel analysis
Gagalnya Retest Median Gaussian Channel Bitcoin | Sumber: X/Crypto Raven

3. Pola Drawdown Historis Menunjukkan Masih Ada Penurunan

Sejarah harga Bitcoin menunjukkan pola berulang penurunan tajam setelah puncak siklus. Setelah mencapai puncak tahun 2013, harga Bitcoin turun sekitar 75,9%, lalu turun 81,2% setelah puncak tahun 2017, dan sekitar 74% penurunan setelah puncak tahun 2021.

Namun pada siklus saat ini, koreksinya jauh lebih ringan, dengan kerugian justru hanya sedikit di atas 30%, atau terbilang kecil jika di bandingkan sejarah. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan masih pada tahap awal dan ada peluang penurunan lebih lanjut seiring perkembangan siklusnya.

Bitcoin's Historical Price Drop Patterns
Pola Penurunan Harga Bitcoin Secara Historis | Sumber: CryptoQuant

4. Indikator Siklus Pasar Tunjukkan Fase Bear Bitcoin Masih Berkembang

Walaupun penurunan harga historis biasanya menyoroti perilaku harga setelah pasar mencapai puncaknya, indikator siklus yang lebih luas membantu menilai kondisi saat ini cocok dengan periode yang mana.

Indikator Siklus Pasar Bull-Bear, yang melacak fase-fase besar dalam pasar, menunjukkan kondisi bearish telah dimulai sejak Oktober 2025. tapi, indikator ini belum bergerak ke dalam fase bear yang ekstrem.

“Dengan metrik ini, BTC sudah berada di wilayah bear market, dan di setiap siklus sebelumnya kita selalu masuk ke zona biru tua, yang menandakan level harga masih bisa turun lagi. Tapi silakan saja, kalau mau prediksi harga naik! Pada akhirnya, seseorang pasti jadi exit liquidity,” ujar seorang analis melalui X.

Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator.
Indikator Siklus Pasar Bull-Bear Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

5. Exchange Inflow Menunjukkan Distribusi oleh Holder Besar

Terakhir, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan aliran masuk Bitcoin ke exchange. Aliran ini didominasi oleh holder menengah hingga besar, terutama mereka yang memiliki 10–100 BTC dan 100–1.000 BTC.

Peningkatan transfer Bitcoin ke exchange biasanya menandakan aktivitas distribusi yang semakin banyak dibandingkan dengan akumulasi jangka panjang, karena partisipan pasar memindahkan asetnya untuk bersiap-siap menjual.

“Aktivitas mereka biasanya lebih relevan secara informasi dibandingkan aliran ritel yang terfragmentasi, karena mencerminkan keputusan strategis, bukan cuma ‘noise’. Dari sudut pandang on-chain makro, kombinasi meningkatnya aliran masuk ke exchange dan distribusi dari kelompok holder besar mengindikasikan pasar sedang masuk ke fase yang lebih rentan,” terang seorang analis di CryptoQuant.

Secara keseluruhan, Bitcoin memperlihatkan beberapa sinyal bear market di berbagai indikator teknikal, historis, dan on-chain. Meski begitu, apakah pergerakannya akan mengikuti pola penurunan historis atau justru mengejutkan pasar dengan kekuatan baru, masih belum pasti.

Bagaimana pendapat Anda tentang 5 sinyal penurunan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Zcash Siap Breakout? Ini Sinyal Teknikal yang Bisa Picu Reli Harga

19 January 2026 at 03:30

Harga Zcash kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berminggu-minggu bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Perilaku investor terbaru mengindikasikan meningkatnya kepercayaan pasar, dengan akumulasi yang mulai terlihat di berbagai metrik utama.

Sinyal-sinyal bullish ini berpotensi menjadi katalis, membantu ZEC keluar dari fase konsolidasi dan membentuk tren yang lebih tegas dalam waktu dekat.

Whale Zcash Berusaha Dorong Harga Naik

Sentimen pasar terhadap Zcash semakin membaik seiring indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish awal. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bullish di grafik. Sementara harga ZEC terus mencetak lower low, CMF justru menghasilkan lower high, menandakan akumulasi tersembunyi.

Divergensi ini mengisyaratkan bahwa arus masuk modal belum sepenuhnya tecermin dalam aksi harga. Baru-baru ini, CMF naik di atas garis nol yang mengonfirmasi perpindahan ke arah arus masuk bersih. Secara historis, pola seperti ini sering mendahului pergerakan harga naik, sehingga Zcash kemungkinan sedang bersiap untuk reli pemulihan.

ZEC CMF
ZEC CMF | Sumber: TradingView

Momen makro juga semakin memperkuat peluang bullish. Data on-chain menunjukkan aktivitas meningkat dari holder besar. Alamat-alamat yang memegang lebih dari US$1.000.000 ZEC terus melakukan akumulasi dalam sepekan terakhir, menguatkan sinyal yang terlihat di indikator momentum.

Kepemilikan whale meningkat sekitar 6,7% selama periode ini. Meskipun laju akumulasi berlangsung moderat, konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan. Pembelian berkelanjutan dari investor besar sering memberikan fondasi yang stabil untuk apresiasi harga, apalagi ketika kondisi pasar lebih luas tetap mendukung.

Zcash Whale Holdings
Kepemilikan Whale Zcash | Sumber: Nansen

Breakout Harga ZEC di Depan Mata

Pada waktu publikasi, harga Zcash parkir di kisaran US$396 setelah sempat meluncur di bawah level support US$405. Altcoin ini masih bergerak dalam pola segitiga, yang mengindikasikan fase kompresi sebelum pergerakan besar berikutnya. Dengan sentimen yang makin positif serta tren akumulasi yang menguat, breakout bullish makin berpotensi terjadi.

Pergerakan tegas di atas resistance US$450 akan mengonfirmasi breakout tersebut. Kekuatan seperti ini bisa membawa ZEC naik ke area US$504, menandakan ZEC keluar tegas dari pola sebelumnya. Jika momentum terus berlangsung, harga bisa lanjut menuju US$540 sehingga Zcash mampu menutupi sebagian besar penurunan terakhirnya.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Meski demikian, risiko penurunan masih tetap ada. Jika sentimen whale berubah dan tekanan jual muncul, skenario bullish akan melemah. Seumpama terjadi breakdown di bawah pola segitiga, pola setup akan dianggap tidak valid. Dalam situasi seperti itu, ZEC berpotensi terjun ke area US$340, yang mencerminkan distribusi ulang dan hilangnya momentum jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Zcash (ZEC) di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Akankah Harga PUMP Gagal Breakout 57% atau Smart Money Akan Menyelamatkan Altcoin Ini?

19 January 2026 at 01:30

Harga Pump.fun melonjak awal pekan ini, menandakan potensi breakout dan momentum bullish yang kembali menguat. Reli tersebut sempat mengisyaratkan pergerakan naik berkelanjutan untuk PUMP.

Namun, koreksi setelahnya menimbulkan ketidakpastian, karena perilaku holder yang beragam kini membayangi prospek PUMP dan menimbulkan keraguan apakah breakout ini bisa bertahan.

Holder PUMP Menunjukkan Perilaku Beragam

Sentimen pasar masih terbelah, meski aktivitas smart money memberikan sedikit dukungan. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, peserta institusional, perusahaan ventura, serta whale wallet berpengaruh. Entitas-entitas ini sering mengarahkan arah harga melalui akumulasi strategis saat periode penuh ketidakpastian.

Pada kasus PUMP, wallet smart money menambah sekitar 48 juta token selama sepekan terakhir. Ini meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Akumulasi seperti ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Pembelian berkelanjutan dari pemain besar bisa menstabilkan PUMP dan mencegah penurunan lebih dalam.

Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

PUMP Smart Money
PUMP Smart Money | Sumber: Nansen

Meski terjadi akumulasi dari smart money, momentum makro memberikan sinyal kehati-hatian. Data jaringan menunjukkan penurunan tajam pada jumlah alamat PUMP baru.

Selama periode 48 jam, pembuatan wallet baru turun dari 8.570 menjadi 2.201, menandakan penurunan partisipasi sebesar 74%.

Penurunan ini menandakan minat ritel memudar dan arus modal segar yang melemah. Holder baru punya peranan krusial dalam menopang reli, terutama untuk altcoin yang sedang berkembang.

Tanpa permintaan baru dari partisipan baru, menjaga kekuatan harga akan makin sulit, bahkan dengan dukungan whale sekalipun.

PUMP New Addresses
PUMP Alamat Baru | Sumber: Santiment

Bisakah Harga PUMP Berhasil dalam Breakout?

Harga PUMP baru-baru ini breakout dari pola cup and saucer, formasi yang biasanya menandakan kelanjutan tren bullish. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 57% dari US$0,00264, dengan target ke US$0,00420.

Namun, harga gagal melanjutkan kenaikan, menandakan adanya keraguan di antara pembeli.

Sinyal beragam mengindikasikan PUMP sepertinya akan terus konsolidasi di atas level support US$0,00264. Bertahan di zona ini menjaga struktur bullish tetap utuh.

Bila resistance US$0,00278 berhasil dikonfirmasi menjadi support, momentum bisa kembali dan reli breakout pun bisa hidup lagi.

PUMP Price Analysis
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView

Di sisi lain, arus modal yang melemah bisa meningkatkan risiko penurunan. Jika US$0,00264 tidak mampu dipertahankan, PUMP bisa turun ke area support US$0,00242. Pelemahan lanjutan dapat membatalkan skenario bullish.

Jika tekanan jual terus berlanjut, harga pun bisa merosot lebih jauh ke US$0,00212, yang akan mengonfirmasi breakdown.

Tekanan Jual HBAR di Level Tertinggi pada 2026, Akankah Trader Long Menghadapi Likuidasi

19 January 2026 at 00:34

Harga Hedera terus turun karena tekanan jual yang berkelanjutan membebani struktur pasar. HBAR masih berada dalam tren turun berkepanjangan, sehingga upaya pemulihan pun terhambat.

Data terbaru menunjukkan para penjual benar-benar menguasai pasar, mendorong HBAR menuju zona support penting seiring melemahnya kepercayaan di kalangan trader jangka pendek dan trader dengan leverage.

Holder Hedera Jual

Sentimen pasar terhadap HBAR saat ini sangat bearish. Money Flow Index menunjukkan tekanan jual yang terus menerus dalam beberapa sesi terakhir.

Indikator ini sudah turun di bawah ambang netral 50,0 dan kini berada di area negatif, menandakan arus keluar modal lebih besar daripada arus masuk.

Bacaan ini menandakan investor masih ragu terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat.

Selain itu, jika MFI terus berada di level rendah, ini menandakan permintaan yang melemah dan minat risiko yang turun. Kondisi seperti ini biasanya mendahului pelemahan harga berlanjut, apalagi jika momentum belum bergeser kembali ke fase akumulasi.

Ingin wawasan token seperti ini setiap hari? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR MFI
MFI HBAR | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat risiko penurunan yang dihadapi Hedera. Peta likuidasi menunjukkan meningkatnya kerentanan di antara trader long.

Namun, jika HBAR kehilangan level support langsung di US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long bisa terlikuidasi. Hal ini akan menambah tekanan jual di pasar.

Tekanan turun lebih lanjut akan memperburuk kondisi ini. Jika harga menembus di bawah US$0,112, lebih dari US$2,71 juta posisi long bisa terlikuidasi. Tekanan keluar paksa ini menambah stres di pasar, memperkuat momentum bearish, dan membuat trader baru enggan masuk dalam posisi long.

Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Harga HBAR Masih dalam Tren Turun

Harga HBAR masih berada dalam tren turun yang jelas hampir selama dua bulan. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di kisaran US$0,117. Harganya masih sedikit berada di atas support US$0,114 yang sejauh ini menjadi pertahanan sementara dari penurunan lebih dalam.

Dengan momentum bearish yang dominan, peluang hilangnya support ini pun semakin tinggi. Jadi, penurunan di bawah US$0,114 kemungkinan akan memicu likuidasi sesuai prediksi. Meski begitu, pergerakan bisa menyeret HBAR ke level US$0,109 sehingga menegaskan struktur penurunan yang lebih luas.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Meskipun begitu, skenario pemulihan masih terbuka. Jika momentum bullish muncul kembali dan tekanan jual mulai mereda, HBAR bisa bergerak lebih tinggi. Tekanan beli berkelanjutan di atas US$0,120 akan memperbaiki sentimen pasar. Selain itu, penembusan level US$0,125 akan menggagalkan pola bearish, menandakan kekuatan baru serta potensi pembalikan tren jangka pendek.

Harga Solana Hadapi Risiko Crash meski Ada 8 Juta Investor Baru

17 January 2026 at 23:01

Harga Solana secara keseluruhan masih bergerak naik, namun risiko jangka pendek mulai muncul. SOL membentuk pola wedge naik sejak awal bulan, sebuah pola yang sering berakhir dengan koreksi.

Meski partisipasi investor tetap tinggi, pola ini menandakan ada potensi penurunan harga yang bisa mengurangi hasil bullish belakangan ini.

Holder Solana Saling Melawan Satu Sama Lain

Aktivitas on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan yang kuat. Sejak awal bulan ini, jumlah alamat yang bertransaksi di Solana naik tajam. Pada puncaknya, lebih dari 8 juta alamat baru masuk ke jaringan hanya dalam waktu 24 jam.

Kenaikan ini menandakan adanya permintaan tinggi terhadap SOL. Alamat-alamat baru biasanya membawa modal segar, sehingga meningkatkan likuiditas dan penggunaan jaringan. Pertumbuhan seperti ini merefleksikan daya tarik ekosistem Solana yang semakin meluas, didorong oleh aktivitas DeFi, meme coin, dan aplikasi berkecepatan tinggi yang menarik minat peserta baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Solana New Addresses
Alamat Baru Solana | Sumber: Glassnode

Meski adopsi jaringan terus meningkat, momentum makro justru menunjukkan hal berbeda. Data perubahan posisi di exchange memperlihatkan bahwa holder lama kini lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga. Tekanan beli dari peserta jangka panjang semakin melemah, sehingga arus modal baru menjadi kurang berdampak.

Saat kekuatan beli mulai berkurang, tekanan jual justru semakin mendominasi. Pergeseran ini menandakan bahwa holder SOL lama sedang mengurangi eksposur atau bersiap menjual. Jika pasokan lama lebih besar dari permintaan baru, harga berpotensi melemah dan kemungkinan breakdown dari struktur saat ini pun meningkat.

Solana Exchange Position Change.
Perubahan Posisi Solana di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga SOL Nampaknya Akan Mengalami Koreksi

Harga Solana berada di kisaran US$144 pada waktu publikasi, bergerak di dalam pola wedge naik yang terbentuk beberapa hari terakhir. Pola bearish continuation ini memproyeksikan potensi penurunan sebesar 9,5%, sehingga target koreksi bisa mendekati US$129 jika struktur ini break ke bawah.

Proyeksi penurunan ini sejalan dengan momentum yang mulai melemah. Jika breakdown terkonfirmasi, SOL kemungkinan akan turun ke level US$136 terlebih dahulu. Kehilangan support ini bisa membawa harga menuju US$130, di mana para pembeli mungkin akan mencoba menahan harga di tengah kewaspadaan pasar yang lebih luas.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Meski begitu, skenario bearish belum tentu terjadi. Jika sentimen investor membaik dan tekanan jual mereda, SOL bisa saja rebound dari garis bawah wedge tersebut. Jika harga mampu menembus US$146, itu akan menjadi sinyal kekuatan baru. Potensi kenaikan berikutnya dapat membawa Solana ke US$151 sehingga membatalkan prediksi bearish.

Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini

17 January 2026 at 18:36

Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.

Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.

Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi

Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.

Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

ETH Bearish Divergence
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.

Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.

ETH Whale Holding
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView

Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan

Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.

Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.

Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.

Pemulihan Harga XRP Kembali Ditolak, Bisakah XRP Hindari Penurunan di Bawah US$2?

17 January 2026 at 14:20

Harga XRP terus kesulitan seiring kondisi pasar aset kripto yang melemah. Token ini masih berada di bawah tekanan selama beberapa hari, karena gagal mempertahankan upaya pemulihan.

Meski aksi jual masih terjadi, para investor XRP tetap aktif melakukan akumulasi, bertujuan untuk mempertahankan level support kunci dan membatasi risiko penurunan.

Holder XRP Ubah Sikap Mereka

Sentimen pasar terhadap XRP saat ini masih rapuh, sementara data likuidasi menunjukkan risiko penurunan yang semakin meningkat. Berdasarkan liquidation heatmap, trader long XRP menghadapi risiko besar jika harga turun mendekati US$2,00. Terdapat klaster padat likuidasi long di sekitar US$2,02, mewakili sekitar US$25,4 juta posisi leverage.

Pergerakan menuju zona ini bisa dengan cepat mengikis kepercayaan bullish. Likuidasi paksa akan memperbesar tekanan jual dan menarik minat short seller.

Perubahan ini kemungkinan besar akan mendorong sentimen pasar menjadi bearish, khususnya di antara para trader derivatif yang masih optimistis di tengah tren penurunan berkepanjangan dan momentum jangka pendek yang melemah pada XRP.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Liquidation Heatmap.
Peta Likuidasi XRP | Sumber: Coinglass

Meski ada tekanan jangka pendek, indikator makro menunjukkan permintaan dasar yang semakin positif. Data perubahan posisi di exchange menunjukkan peningkatan bar hijau, menandakan arus keluar bersih dari exchange. Tren ini biasanya mencerminkan meningkatnya tekanan beli, karena para investor memindahkan XRP ke wallet pribadi alih-alih menyiapkan aset untuk dijual.

Ini merupakan perubahan mencolok dibanding tiga bulan sebelumnya, ketika tekanan jual menguasai pergerakan harga XRP. Akumulasi yang berkelanjutan bisa membantu menstabilkan perilaku harga selama kondisi pasar secara umum tidak semakin memburuk.

Peralihan dari distribusi ke akumulasi ini mendukung kemungkinan skenario pemulihan dalam jangka menengah.

XRP Exchange Net Position Change.
Perubahan Arus Bersih Posisi XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga XRP Mungkin Aman dari Penurunan Lebih Lanjut

Harga XRP berada di kisaran US$2,06 pada waktu publikasi, masih melanjutkan tren turun yang sudah membatasi pemulihan selama lebih dari sepuluh hari. Token ini masih bertahan di atas level support US$2,03 yang sangat penting untuk struktur pasar jangka pendek dan kepercayaan trader.

Support ini sudah bertahan dari beberapa kali uji dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menandakan minat investor yang kuat di level tersebut. Akumulasi yang berkelanjutan diperkirakan akan tetap bertahan di US$2,03, bahkan jika XRP konsolidasi di kisaran harga itu.

Pantulan yang berhasil bisa mendorong harga menembus US$2,10, sehingga XRP mampu breakout dari tren turun dan mendapatkan kembali momentum.

XRP Price Analysis
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Namun, tekanan kelemahan pasar secara umum bisa saja mengalahkan upaya bullish ini. Penurunan harga yang jelas di bawah US$2,03 akan membuka peluang XRP turun di bawah US$2,00.

Pergerakan seperti itu akan membatalkan skenario bullish, memicu likuidasi long sekitar US$25 juta, dan kemungkinan membawa harga XRP jatuh ke US$1,93 di tengah tekanan jual yang semakin menguat.

3 Altcoin Akhir Pekan Yang Wajib Dipantau | 17 – 18 Januari

16 January 2026 at 17:00

Dengan pasar yang nampaknya mulai berubah dari bullish ke bearish, kini muncul pertanyaan apakah reli altcoin belakangan ini akan bertahan atau tidak. Sementara beberapa altcoin mungkin sangat tergantung pada perkembangan eksternal, sebagian lainnya masih mengikuti arahan dari pergerakan BTC. Simak 3 altcoin yang wajib di pantau akhir pekan ini.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin berikut yang berpotensi mengejutkan investor di akhir pekan ini.

Chiliz (CHZ)

Chiliz nampaknya akan menjalani akhir pekan yang berpotensi bullish setelah mengumumkan visi Chiliz 2030. Roadmap jangka panjang tersebut berfokus pada pengembangan blockchain olahraga dan mendorong adopsi di dunia nyata. Update strategi ini telah meningkatkan sentimen terhadap CHZ, sehingga altcoin ini berada pada posisi yang lebih baik di mata investor yang sedang menilai prospek pertumbuhan jaringan di masa depan.

Walau pengumuman ini mungkin belum cukup untuk memicu pemulihan penuh, pengumuman tersebut bisa menjaga minat setelah reli mingguan CHZ sebesar 30%. Saat ini CHZ diperdagangkan di level US$0,057 dan kemungkinan akan konsolidasi di dekat level harga sekarang. Jika CHZ mampu bertahan di atas US$0,053, hal itu menandakan stabilitas yang menunjukkan para pembeli masih aktif hingga akhir pekan walaupun katalis jangka pendeknya terbatas.

CHZ Price Analysis
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView

Risiko pergerakan ke bawah masih ada karena indikator momentum menunjukkan tanda waspada. Money Flow Index mengisyaratkan kondisi overbought, yang menandakan tekanan beli mungkin sudah jenuh. Jika aksi ambil untung mulai meningkat, CHZ bisa jatuh di bawah US$0,053. Koreksi lebih dalam ke area US$0,050 akan membatalkan outlook netral dan menegaskan tekanan bearish jangka pendek.

Dash (DASH)

DASH menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik pekan ini setelah meroket 114% hanya dalam tujuh hari. Saat ini altcoin tersebut diperdagangkan mendekati US$80, ditopang oleh momentum beli yang sangat kuat. Meski reli besar sudah terjadi, DASH masih 24,8% di bawah level US$100, sehingga para trader terus memantau apakah kekuatan reli ini dapat bertahan.

Kenaikan harga DASH baru-baru ini terjadi setelah adopsi merchant meningkat, salah satunya ketika Alchemy Pay mengintegrasikan jaringan DASH. Namun indikator momentum menunjukkan kehati-hatian. Chaikin Money Flow menampilkan divergensi bearish, di mana harga mencetak higher high sementara CMF justru melemah. Ini mengindikasikan terjadi arus keluar modal di balik reli DASH, sehingga meningkatkan risiko pergerakan harga ke bawah.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual makin kuat, DASH bisa kehilangan support di US$74 dan turun ke kisaran US$63 dalam waktu dekat. Pergerakan ini akan mengonfirmasi fase koreksi. Sebaliknya, jika arus modal masuk kembali, harga bisa stabil. Permintaan yang berkelanjutan akan memungkinkan DASH memperpanjang kenaikan dan mencoba menantang level US$100 pada pekan depan.

Polygon (POL)

Salah satu altcoin lain yang perlu diperhatikan akhir pekan ini adalah POL, yang tampil sangat volatil di bulan Januari dengan reli 46% pada pekan lalu saat sentimen bullish mendominasi perdagangan awal. Tapi, momentum tersebut langsung memudar. Ketidakpastian pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga sangat tajam, sehingga POL turun 15,6% minggu ini.

Reversal mendadak ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat rapuh dan menggambarkan betapa cepatnya permintaan spekulatif bisa lenyap.

Arus modal ke POL juga melemah signifikan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga POL jadi salah satu altcoin pertama yang ditinggalkan investor. Chaikin Money Flow menampilkan arus masuk yang mengering sepenuhnya. Jika arus keluar menguasai pasar, tekanan turun bisa semakin kuat. Dalam kondisi seperti itu, harga POL berisiko turun ke zona support US$0,138.

POL Price Analysis
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView

Pembalikan bullish masih mungkin terjadi jika sentimen di pasar secara umum membaik. Akumulasi yang terjadi lagi bisa mendorong POL kembali ke atas support di US$0,155. Jika harga bertahan di level ini, maka kepercayaan jangka pendek bisa kembali pulih. Dengan pembelian yang berkelanjutan, POL berpotensi memperpanjang pemulihan menuju US$0,183 sehingga membatalkan outlook bearish saat ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga HBAR Turun 40% sejak Peluncuran ETF Canary; Apa yang Salah?

16 January 2026 at 15:00

Pergerakan harga Hedera belakangan ini kesulitan membangkitkan kepercayaan, karena HBAR gagal mempertahankan pemulihan yang berarti.

Walaupun ekspektasi tinggi setelah peluncuran exchange-traded fund (ETF) HBAR, performa token yang datar menyoroti narasi yang sudah sering terjadi di dunia aset kripto. Kejadian ini semakin mirip dengan skenario klasik “beli saat rumor, jual saat berita resmi”.

HBAR ETF – Kisah yang Mengecewakan

Canary HBAR ETF muncul sebagai salah satu ETP aset kripto dengan performa paling lemah sejak debutnya. Saat peluncurannya di akhir Oktober, produk ini sempat menarik minat kuat dan mencapai puncaknya dengan arus masuk kumulatif sekitar US$30.000.000. Tapi, momentum itu dengan cepat menghilang dan sampai sekarang belum kembali secara konsisten.

Data terbaru menunjukkan ETF ini hanya mencatat arus masuk sebesar US$875.000, sementara sebagian besar hari perdagangan arus bersihnya tetap datar di angka nol. Pola ini mencerminkan aksi spekulatif sebelum peluncuran ETF. Begitu ETF diperdagangkan, peserta awal merealisasikan keuntungan, memicu tekanan jual yang terus berlanjut. Persetujuan ETF itu sendiri gagal menarik permintaan baru yang berarti.

Lebih lanjut, dampak ETF ini lebih ke simbolis dibanding penggerak modal nyata. Canary ETF memang meningkatkan visibilitas, tapi tidak mampu mendorong permintaan spot HBAR yang signifikan. Tanpa volume lanjutan yang kuat, harga pun gagal bertahan di level teknikal penting, sehingga pergerakan turun semakin cepat.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR ETF.
HBAR ETF | Sumber: SoSoValue

Indikator teknikal memperkuat pandangan hati-hati ini. Chaikin Money Flow, yang melacak pergerakan modal pada holder besar, mulai turun di bawah garis nol. Berdasarkan sejarah, perubahan pada CMF seperti ini sering kali bertepatan dengan periode kelemahan harga HBAR, karena outflow mulai mendominasi inflow.

Perilaku ini menandakan minat institusi dan whale masih sangat rentan. Saat modal keluar dari Hedera, harga biasanya langsung bereaksi dengan cepat. Jika CMF terus menurun, bisa jadi ini pertanda gelombang distribusi selanjutnya. Dinamika ini akan membatasi upaya harga untuk naik dan membuat pemulihan sulit tercapai.

HBAR CMF
HBAR CMF | Sumber: TradingView

Pemulihan Harga HBAR Sulit

Sejak ETF HBAR resmi diperdagangkan, harga token turun sekitar 41%, dari US$0,200 menjadi sekitar US$0,117 pada waktu publikasi. Penurunan ini memperjelas adanya kesenjangan antara ekspektasi dan permintaan nyata di pasar. Setelah penurunan tajam, HBAR kini memasuki fase konsolidasi yang menandakan ketidakpastian arah selanjutnya.

Hasil serupa yang bergerak dalam rentang sempit sepertinya akan kembali terjadi. HBAR kini bergerak di antara resistance US$0,131 dan support US$0,113. Jika tekanan jual bertambah dan outflow makin besar, penurunan di bawah US$0,113 kemungkinan menyusul. Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya di US$0,104, sedangkan US$0,096 akan menjadi support yang lebih dalam.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Skenario bullish hanya mungkin terjadi jika arus modal berubah. Jika outflow melambat dan sentimen pasar secara umum membaik, HBAR bisa stabil di sekitar US$0,113 dan memantul naik. Pergerakan tegas di atas US$0,131 akan membuka harapan pemulihan. Jika harga berhasil menembus US$0,150, asumsi bearish akan gugur dan kepercayaan pasar pun bisa kembali.

Harga Zcash di Persimpangan – Breakout US$450 atau Crash di Bawah US$400 Selanjutnya?

16 January 2026 at 13:00

Zcash memasuki fase yang lebih tenang setelah berminggu-minggu mengalami pergerakan tajam, dengan volatilitas harga yang kini menurun signifikan. Perlambatan ini memicu terbentuknya pola segitiga simetris, yang ditandai oleh higher low dan lower high yang semakin rapat.

Ketika ZEC semakin terkompresi dalam pola ini, para trader memperhatikan dengan seksama, karena perilaku investor akan menentukan pergerakan besar berikutnya.

Penjualan Zcash Semakin Menguat

Data on-chain menunjukkan peningkatan kewaspadaan di antara para holder Zcash. Data Nansen mencatat adanya peningkatan saldo ZEC di exchange terpusat secara konsisten. Tren ini biasanya menandakan niat investor untuk menjual, karena aset dipindahkan dari wallet pribadi ke exchange untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

Peningkatan saldo di exchange sebesar 16% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa para holder kini lebih fokus menjaga modal daripada menambah kepemilikan. Perilaku ini mencerminkan keyakinan yang melemah dan menambah tekanan jual secara bertahap, sehingga bisa membebani harga selama fase konsolidasi.

Ingin info token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Zcash Exchange Balance
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen

Tekanan jual biasanya juga meluas ke pasar derivatif, sehingga risiko meningkat akibat likuidasi. Pada kasus Zcash, peta likuidasi saat ini menunjukkan adanya asimetri yang membatasi percepatan penurunan. Posisi short berada di area US$500 dengan eksposur sekitar US$48 juta, lebih tinggi dibandingkan US$25 juta posisi long yang terkumpul di kisaran US$357.

Ketidakseimbangan ini bikin penjual short relatif masih aman saat ini, sementara trader long justru menanggung risiko lebih besar dalam waktu dekat. Jika ZEC turun lebih dalam dan posisi long terlikuidasi, maka minat bullish bisa semakin luntur. Kondisi seperti ini biasanya mengurangi permintaan leverage, sehingga aktivitas Futures akan tetap rendah sampai ada sinyal arah yang lebih jelas.

Zcash Liquidation Map.
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass

Harga ZEC Menanti Arah yang Jelas

ZEC tetap bergerak dalam pola segitiga simetris, dengan harga tertinggi dan terendah yang makin mendekat satu sama lain. Struktur ini biasanya mengindikasikan bahwa akan ada pergerakan tajam ketika volatilitas makin menurun. Saat harga mendekati puncak pola, trader perlu mempersiapkan diri pada potensi breakout atau breakdown yang dipengaruhi oleh arus spot market dan posisi derivatif.

Kondisi saat ini lebih condong ke risiko penurunan. Tekanan jual yang terus berlangsung serta saldo exchange yang naik meningkatkan peluang terjadinya breakdown di bawah US$405. Jika harga menyentuh US$340, kemungkinan besar akan terjadi likuidasi posisi long. Efek domino ini bisa memperdalam penurunan harga, menyeret harga Zcash hingga ke level US$300 seiring memudarnya keyakinan para bullish.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Skenario positif pun masih terbuka jika tekanan jual mereda dan dana masuk kembali ke pasar. Breakout bersih di atas batas atas segitiga di sekitar US$504 bakal membatalkan skenario bearish. Langkah ini berpotensi memicu likuidasi short, membuka peluang reli cepat menuju US$600 seiring momentum berpihak penuh ke para pembeli.

Lebih dari 200 Juta XRP Telah Terjual Tahun Ini, namun Reli Harga Masih Berlanjut

15 January 2026 at 20:00

XRP mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang mencerminkan persaingan antara tekanan jual dan akumulasi jangka panjang.

Pergerakan harga masih terkendali, tapi pemulihan tetap belum pasti karena investor bereaksi berbeda terhadap perubahan kondisi pasar. Meskipun menghadapi tantangan ini, XRP masih mampu mempertahankan tren naik secara keseluruhan sejak awal 2026.

Holder XRP Menunjukkan Sentimen Campuran

Tekanan jual menjadi hambatan utama bagi XRP bulan ini. Data saldo exchange menunjukkan bahwa kepemilikan XRP di platform terpusat bertambah sekitar 206 juta token sejak Januari dimulai. Total saldo exchange kini mendekati 1,66 miliar XRP, menandakan distribusi yang berkelanjutan.

Pada harga saat ini, pergerakan ini merepresentasikan sekitar US$430 juta nilai XRP yang siap dijual dalam waktu kurang dari dua minggu. Arus masuk konsisten ke exchange seperti ini biasanya menandakan kepercayaan pelaku jangka pendek yang mulai menurun. Kalau pola ini terus berlanjut, harga bisa tertekan karena pasokan jangka pendek ikut naik.

Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Balance On Exchanges
Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Pola ini menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk mengurangi risiko daripada jadi holder di tengah ketidakpastian. Saldo di exchange yang tinggi biasanya terjadi saat pelaku pasar ambil untung atau bertahan dalam posisi defensif. Untuk XRP, tekanan jual ini sejauh ini membatasi laju kenaikan, walaupun harga tidak mengalami penurunan lebih dalam.

Meski aksi jual jangka pendek masih terlihat, data jangka panjang justru memberi gambaran yang lebih seimbang. HODLer Net Position Change menunjukkan bar hijau yang makin besar sejak awal Januari. Hal ini menandakan bahwa holder jangka panjang lebih memilih mengakumulasi atau menahan daripada melepas kepemilikannya.

Perubahan perilaku pada wallet lama ini membantu menyerap sebagian tekanan jual. Holder jangka panjang sering jadi penyeimbang saat volatilitas meningkat, sehingga risiko penurunan harga tetap terbatas. Keyakinan mereka juga meningkat sejak awal 2026, sehingga efek arus masuk ke exchange jadi berkurang.

XRP HODLer Position Change.
Perubahan Posisi HODLer XRP | Sumber: Glassnode

Tren Naik Harga XRP Terus Berlanjut

XRP diperdagangkan di kisaran US$2,11 pada waktu publikasi, bertahan di atas support penting US$2,10. Pergerakan harga tetap menjaga pola naik sejak awal bulan. Mempertahankan level ini sangat penting untuk menjaga tren saat ini.

Sinyal yang beragam menunjukkan XRP masih bisa membentuk higher lows dalam jangka waktu ke depan. Namun, kalau tekanan jual makin kuat, token ini kemungkinan masuk ke fase konsolidasi. Jika itu terjadi, pergerakan harga cenderung akan berada di kisaran antara support US$2,10 dan resistance US$2,20.

XRP Price Analysis.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario bullish yang lebih kuat sangat bergantung pada berkurangnya aksi jual. Kalau arus masuk ke exchange melambat dan permintaan membaik, XRP bisa reli dari US$2,10 dan merebut kembali US$2,20. Jika breakout terjadi, harga punya peluang menuju US$2,31. Untuk memulihkan penurunan sejak November 2025 di dekat US$2,50 masih mungkin dicapai, walaupun butuh kesabaran dan akumulasi secara terus-menerus.

❌