Normal view

Hedera Bidik Kenaikan 31% saat Dana Masuk ETF Melonjak ke Level Tertinggi 2026— Satu Level Menjadi Penghalang

20 January 2026 at 10:00

Hedera diam-diam sedang mempersiapkan pergerakan yang sudah para trader nantikan sejak beberapa bulan terakhir. Setelah beberapa upaya pantulan gagal, aksi harga HBAR, permintaan ETF, dan arus spot akhirnya mulai selaras. Yang membuat momen ini berbeda bukan hanya pola grafiknya, tapi juga waktunya.

Level yang sebelumnya menggagalkan reli-reli terdahulu kini kembali jadi perhatian. Kali ini, level tersebut diuji bersamaan dengan permintaan ETF terkuat yang pernah dialami Hedera sepanjang 2026.

Hedera Bentuk Pola W Saat Resistance EMA Kembali

Hedera sedang membentuk pola W yang jelas, atau sering juga disebut double bottom, pada grafik harian. Struktur ini muncul ketika harga menguji support yang sama dua kali dan tetap bertahan, menandakan bahwa tekanan jual mulai melemah. Dalam kasus Hedera, level US$0,102 kini sudah beberapa kali menjadi lantai, dan setiap kali harga kembali ke level ini, pembeli kembali masuk.

Dari titik dasar tersebut, harga telah mencoba bergerak naik menuju area US$0,135 yang berfungsi sebagai neckline dari pola W. Jika neckline ini berhasil dilewati, struktur pola ini memproyeksikan potensi kenaikan sebesar 31%, sehingga target kenaikan ada di sekitar zona US$0,176.

HBAR Price Pattern
Pola Harga HBAR: TradingView

Ingin tahu insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Tapi di sinilah reli-reli sebelumnya gagal.

Setiap pantulan di awal tahun ini terhenti karena Hedera belum mampu merebut kembali exponential moving average (EMA) utamanya. EMA memberikan bobot lebih pada aksi harga terbaru dan membantu trader melihat apakah suatu pergerakan hanya koreksi atau mulai membentuk tren baru. Pada awal Januari, Hedera sempat menguasai EMA 20 hari dan memicu reli singkat sekitar 8% hingga 16%. Pergerakan itu cepat melemah karena harga gagal bertahan di atas EMA 50 hari.

Key price Levels
Level Penting HBAR: TradingView

Hambatan yang sama kini berada tepat di jalur neckline pola W. Artinya, struktur grafik dan garis EMA bertemu di titik yang sama. Breakout di atas US$0,135 tidak hanya akan mengkonfirmasi pola W, tapi juga menjadi kali pertama EMA 50 hari berhasil direbut lagi dalam beberapa minggu terakhir.

Itulah alasan mengapa pola yang sekarang ini lebih penting dibanding upaya-upaya sebelumnya. Dan, inilah juga alasan mengapa permintaan di balik layar sekarang menjadi sangat krusial.

Permintaan ETF dan Spot Meningkat Bersama seiring Pasokan Makin Ketat

Hedera baru saja mencatatkan arus masuk ETF terbesarnya sepanjang 2026. Pada pekan yang berakhir 16 Januari, arus masuk bersih mencapai sekitar US$1,46 juta; jumlah mingguan terbesar tahun ini. Ini penting karena permintaan ETF menunjukkan dana yang masuk lebih lambat dan stabil, cenderung menyerap pasokan saat konsolidasi, bukan mengejar breakout secara agresif.

HBAR ETF Flow
Arus ETF: SoSo Value

Kekuatan ETF ini kini tercermin pula di pasar spot.

Antara 18 Januari hingga 19 Januari, arus keluar bersih spot Hedera melonjak dari sekitar US$882.000 menjadi US$2,22 juta. Lonjakan lebih dari 150% dalam sehari ini menandakan pembeli menarik token dari exchange, alih-alih bersiap menjualnya.

SPOT Demand
Permintaan SPOT HBAR: Coinglass

Kesejajaran antara arus masuk ETF dan arus keluar spot ini sangat penting. Kali ini, permintaan muncul sebelum breakout, bukan sesudahnya.

Data selanjutnya akan jadi penentu. Pekan ETF saat ini akan ditutup pada 23 Januari. Jika arus masuk tetap positif hingga akhir pekan, berarti permintaan bergaya institusi masih menguat. Jika arus tersebut terhenti, berarti pembeli masih bersikap hati-hati.

Ketidakpastian ini menjadikan reaksi harga HBAR berikutnya sangat krusial.

Satu Level Harga HBAR Menentukan Breakout

Indikator momentum secara diam-diam mendukung skenario bullish. Antara 31 Desember hingga 19 Januari, harga Hedera sedang menguji pola low yang lebih rendah, sementara Relative Strength Index hampir mencetak low yang lebih tinggi. RSI mengukur kekuatan kenaikan dibanding penurunan harga baru-baru ini, dan divergensi seperti ini biasanya menandakan tekanan jual yang mulai melemah.

Sinyal bullish divergence masih bersifat kondisional.

Selama candle Hedera saat ini bertahan di atas US$0,102, divergence tersebut masih berlaku dan mendukung kemungkinan pergerakan naik lebih lanjut. Bila harga turun terus-menerus di bawah US$0,102, maka divergence ini langsung batal sementara, begitu juga pola W-nya, sehingga risiko penurunan pun kembali terbuka.

Jika harga bergerak naik, ujian utamanya bukan pada pantulan itu sendiri, tapi seberapa jauh kenaikannya. Pemulihan di area US$0,118 akan menandai pemulihan exponential moving average (EMA) 20-hari, sesuatu yang Hedera sudah pernah lakukan sebelumnya. Perubahan utama baru benar-benar terjadi ketika harga berada di atas US$0,127, tempat EMA 50-hari berada. Menembus level ini akan mengubah resistance sebelumnya menjadi support, lalu membuka peluang menuju US$0,135 dan dilanjutkan menuju zona target US$0,152 dan US$0,176.

HBAR Price Analysis
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Hedera telah menghabiskan beberapa minggu untuk membangun fondasi saat permintaan perlahan membaik. Grafiknya sudah siap. Arus dana juga makin membaik. Sekarang, semuanya tergantung pada satu level yang selama ini selalu menahan setiap reli — garis EMA 50-hari.

Pola Breakdown XRP 2022: Sejarah Terulang di Bawah US$1?

20 January 2026 at 08:56

Harga XRP (XRP) turun hampir 10% sejak Rabu lalu karena tekanan ekonomi makro terus membebani pasar aset kripto secara keseluruhan.

Menariknya, ada tiga pola utama yang terakhir muncul pada tahun 2022 kini muncul kembali, sehingga memicu kekhawatiran bahwa XRP bisa jatuh di bawah level US$1.

3 Pararel Historis Tunjukkan Risiko XRP yang Meningkat

Pertama, data Glassnode menunjukkan bahwa investor aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini sedang melakukan akumulasi pada harga di bawah biaya dasar holder 6 bulan hingga 12 bulan. Hal ini menandakan kalau pelaku pasar baru mulai masuk di level yang lebih menguntungkan.

Dinamika Klaster Holder XRP | Sumber: X/Glassnode

Selama ketidakseimbangan ini terjadi, tekanan psikologis terus meningkat bagi investor yang membeli di dekat harga puncak. Glassnode memperingatkan bahwa “pembeli di puncak” ini akan menghadapi tekanan yang makin besar seiring waktu. Pola ini mirip dengan situasi yang terjadi pada Februari 2022.

“Pola itu tidak berakhir dengan baik waktu itu,” tutur seorang pengamat pasar menambahkan.

Kedua, penurunan volume yang terjadi bersamaan dengan turunnya harga sangat mirip dengan perilaku pasar pada periode 2021–2022.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pelemahan harga XRP belakangan ini tidak menarik minat beli saat harga rendah yang berarti. Ini menandakan kurangnya keyakinan para pelaku pasar. Pola yang sama juga terjadi sebelum penurunan besar di Februari 2022.

XRP Historical Parallels
Paralel Historis XRP | Sumber: Coinglass

Ketiga, sinyal teknikal menyoroti risiko tambahan. Jika membandingkan struktur histogram Moving average convergence/divergence (MACD) antara periode 2025–2026 dan siklus 2021–2022, nampak pola momentum yang sangat mirip.

Data ini mengindikasikan bahwa XRP bisa saja turun hingga 45% jika harga menembus zona support di US$1,8–US$1,9. Jika terjadi breakdown, harga XRP bisa turun di bawah US$1, dan melintasi ambang psikologis dan teknikal yang penting.

XRP Price Prediction
Prediksi Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario Bullish: Potensi Pembalikan Arah

Sementara itu, analisis BeInCrypto menyebut XRP kini berada di momen penentuan. Harga XRP sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders yang berpotensi bullish.

Pola ini hanya akan valid bullish jika XRP berhasil merebut kembali EMA 100 hari di atas US$2,24 dan menembus zona neckline US$2,48–US$2,52. Jika terkonfirmasi, formasi ini berpotensi memberikan kenaikan sekitar 33%.

Selain itu, sebagian pelaku pasar percaya potensi reli mulai terbentuk untuk XRP. Seorang analis on-chain kripto ucap bahwa retest tren harian CME XRP telah selesai dan gap 4 jam CME juga sudah terisi.

Menurut analis tersebut, kondisi ini bisa membuka peluang bagi XRP untuk bergerak terpisah dari pasar dan segera reli dari level saat ini.

$XRP will pump hard soon.

Stay focused. 👇 pic.twitter.com/YEIglUifpK

— STEPH IS CRYPTO (@Steph_iscrypto) January 19, 2026

Dalam beberapa minggu ke depan, para trader akan mengamati apakah pola tahun 2022 terulang. Untuk sekarang, baik sinyal teknikal maupun on-chain serta kondisi pasar secara luas menunjukkan outlook hati-hati saat XRP menghadapi fase krusial ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang pola breakdown XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Whale Zcash Kalah Tanding dengan Penjual; Harga ZEC Hadapi Crash 55%

20 January 2026 at 08:00

Pergerakan harga Zcash mengecewakan para trader setelah breakout yang sangat dinantikan tidak terjadi. ZEC justru berbalik arah dengan tajam seiring memburuknya kondisi pasar secara menyeluruh, menghapus momentum bullish yang sempat terbentuk.

Meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro menggeser sentimen, sehingga posisi short kini lebih diunggulkan. Koreksi ini kini menguntungkan trader bearish yang sudah memposisikan diri ke arah downside setelah Zcash kehilangan support teknikal utama.

Whale Zcash Sudah Berusaha Maksimal

Sentimen pasar Zcash mencerminkan pertarungan jelas antara akumulasi dan distribusi. Data on-chain menunjukkan whale telah mencoba mengakumulasi ZEC dalam beberapa hari terakhir, menandakan keyakinan jangka panjang. Tapi penjual juga turut aktif, secara bertahap melepas token mereka dan mengantisipasi koreksi harga yang lebih dalam.

Saldo Zcash di exchange naik 3,4% dalam 24 jam terakhir, menjadi indikator kuat bahwa tekanan jual makin meningkat. Kenaikan saldo pada exchange biasanya menandakan token dipindahkan untuk likuidasi. Dengan ZEC yang kini telah breakdown secara teknikal, aktivitas jual ini kemungkinan akan makin cepat, sehingga harga semakin rentan menuju penurunan.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Zcash Exchange Balance
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen

Trader Long Harus Waspada Ancaman

Indikator makro semakin menunjukkan momentum bearish untuk Zcash. Funding rate ZEC selama lebih dari satu minggu tetap berada di area negatif, mencerminkan pasar yang didominasi posisi short. Para trader kini jelas lebih memilih strategi penurunan harga, sehingga tekanan turun pun makin kuat.

Zcash Funding Rate
Funding Rate Zcash | Sumber: Coinglass

Funding rate negatif menandakan trader short membayar biaya untuk mempertahankan posisi, biasanya pada masa keyakinan bearish yang kuat. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi trader long karena risiko terus meningkat seiring harga tidak mampu pulih. Funding rate negatif yang berkelanjutan biasanya berjalan seiring tren turun dalam waktu lama.

Data likuidasi semakin menambah pandangan waspada. Berdasarkan peta likuidasi, sekitar US$4,73 juta posisi long bisa terlikuidasi jika ZEC turun ke US$352. Konsentrasi risiko ini meningkatkan kemungkinan terjadi sell-off beruntun, sebab likuidasi paksa akan memperparah volatilitas dan menambah dorongan bearish.

Zcash Liquidation Map
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass

Harga ZEC Bisa Naik Lagi

Pada waktu publikasi, ZEC diperdagangkan di sekitar US$363 setelah menembus turun pola segitiga. Pergerakan harga sebelumnya sempat memberi harapan akan breakout, namun sentimen makro yang memburuk membalikkan skenario itu. Breakdown ini berpotensi membawa penurunan hingga 55%, sehingga target teknikal turun mendekati US$171.

Jika skenario bearish berjalan, Zcash kemungkinan akan merosot terlebih dahulu ke area support US$340. Jika ZEC gagal bertahan di zona ini, tekanan jual diperkirakan akan semakin deras. Breakdown lebih lanjut dapat menyeret harga menuju US$300, dengan area US$256 menjadi support berikutnya jika tekanan jual berlanjut.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Meski sedang lemah, narasi privacy coin tetap bertahan. Jika bull mampu mengambil alih, ZEC dapat stabil di atas US$340 dan berpeluang rebound. Pemulihan menuju US$405 akan membatalkan skenario bearish, menandakan permintaan baru dan mengubah momentum kembali berpihak pada pembeli.

Whale Ethereum Transaksi US$110 Juta saat Tekanan Pasar Meningkat

20 January 2026 at 06:08

Ethereum (ETH) mengalami tekanan jual yang signifikan pada Januari 2026. Wallet whale dan institusi telah memindahkan lebih dari US$110 juta ETH ke beberapa exchange utama.

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index menunjukkan permintaan yang melemah di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, permintaan staking yang semakin tinggi. Sinyal teknikal yang mendukung memberikan prospek yang tetap optimistis meskipun hati-hati untuk aset ini.

Transfer Ethereum Besar Tunjukkan Aktivitas Tinggi dari Whale dan Institusi

Data on-chain menunjukkan banyak transaksi besar Ethereum. Perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa sebuah wallet dengan identitas 0xB3E8, yang mulai melakukan trading ETH delapan tahun lalu, telah mentransfer 13.083 ETH senilai sekitar US$43,35 juta ke Gemini minggu lalu.

Walaupun terjadi perpindahan tersebut, wallet tersebut masih menyimpan 34.616 ETH, dengan nilai sekitar US$115 juta.

It appears that a whale is dumping 13,000 $ETH($41.75M).

Galaxy Digital OTC wallet just transferred 13,000 $ETH($41.75M) out and has already deposited 6,500 $ETH($20.89M) into #Binance, #Bybit, and #OKX.https://t.co/UT2jKKEMFS pic.twitter.com/GolGaNMzrN

— Lookonchain (@lookonchain) January 19, 2026

Selain whale, pelaku institusi juga melakukan pergerakan besar. Lookonchain mencatat bahwa perusahaan Ethereum treasury FG Nexus menjual 2.500 ETH, dengan nilai sekitar US$8,04 juta.

Penjualan sebelumnya dari perusahaan ini terjadi pada November 2025, saat mereka memindahkan 10.975 ETH ke Galaxy Digital pada 18 dan 19 November. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 37.594 ETH dengan nilai sekitar US$119,7 juta.

Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet yang kemungkinan terkait dengan perusahaan venture capital Fenbushi Capital mengirim 7.798 ETH senilai US$25 juta ke Binance. Token-token tersebut telah di-staking selama dua tahun sebelum akhirnya kembali beredar.

Perlu dicatat bahwa pelaku pasar sering melihat arus masuk dana ke exchange sebagai sinyal awal adanya potensi aksi jual. Aset biasanya dipindahkan ke exchange terpusat untuk mendapatkan likuiditas atau melakukan trading.

Tapi, pergerakan ini belum tentu langsung diikuti oleh penjualan pasar secara segera. Dana tersebut bisa juga untuk kebutuhan rebalancing internal, penempatan collateral, strategi hedging, atau penyelesaian over-the-counter. Jadi, meskipun deposit ke exchange bisa meningkatkan risiko aksi jual jangka pendek, hal ini tidak serta merta menandakan bahwa likuidasi akan segera terjadi.

Sejalan dengan pergerakan on-chain tersebut, indikator berbasis pasar juga memberikan gambaran tambahan soal kondisi saat ini. Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan persentase harga Coinbase Pro (pasangan USD) dan harga Binance (pasangan USDT), saat ini berada di zona negatif. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari investor institusi asal Amerika Serikat.

ETH's Negative Coinbase Premium Index
Coinbase Premium Index Negatif ETH | Sumber: CryptoQuant

Ethereum Staking dan Sinyal Teknikal Tunjukkan Ketahanan

Meski begitu, ekosistem staking Ethereum terus menunjukkan permintaan yang konsisten. Berdasarkan data antrean validator, terdapat 2,7 juta ETH dalam antrean masuk untuk staking, sehingga menyebabkan waktu tunggu hingga 47 hari. Backlog yang besar ini menandakan minat yang tinggi untuk berpartisipasi sebagai validator dan dukungan jangka panjang terhadap jaringan.

Perbandingan antara antrean masuk dan keluar menjadi perhatian. Ada 36.960 ETH yang menunggu antrean keluar. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal bahwa meski beberapa holder besar memilih untuk menjual, mayoritas validator tetap berkomitmen ingin mendapatkan imbalan staking dan membantu menjaga keamanan jaringan.

Tom Lee(@fundstrat)'s #Bitmine staked another 86,848 $ETH($277.5M) 5 hours ago.

In total, #Bitmine has now staked 1,771,936 $ETH($5.66B).https://t.co/P684j5Yil8 pic.twitter.com/fNoIuERqKt

— Lookonchain (@lookonchain) January 20, 2026

Selain itu, analis pasar juga menyoroti sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk aset ini. Mengomentari situasi saat ini, analis Crypto Gerla menuturkan bahwa ETH sedang berada di fase re-akumulasi. Analis tersebut juga menambahkan bahwa pergerakan menuju US$3.600 bisa saja terjadi.

Bears called for a top last cycle because of the $ETH head and shoulder pattern.

Now, ETH is forming an inverse head and shoulder pattern, but bears think it won't play out this time.

They were right in 2022 and will be wrong in 2026. pic.twitter.com/mHcDZyGBXY

— BitBull (@AkaBull_) January 19, 2026

Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, harga perdagangan Ethereum berada di angka US$3.166,51, turun 1,11%. Apakah tekanan jual akan tetap menekan aset ini atau justru momentum bullish kembali berkuasa, bakal menjadi tren penting yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan whale Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Setup Cardano Ini Pernah Picu Reli 32% — On-Chain Metrics Nampaknya Akan Terjadi Lagi?

20 January 2026 at 05:54

Harga Cardano sepertinya sedang mendekati titik keputusan. Walau harganya masih tertekan, ada pola teknikal yang sudah dikenal mulai terbentuk di balik permukaan. Struktur yang sama pernah mendahului reli sebesar 32% di akhir tahun lalu, kini kembali muncul, tapi kali ini didukung oleh perilaku on-chain tertentu dari whale dan holder jangka panjang.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi soal ada atau tidak adanya sinyal. Melainkan, apakah perilaku pendukungnya cukup kuat untuk mendorong sinyal itu terwujud.


Setup Bullish yang Sudah Dikenal Muncul Lagi — dan Crypto Whale Bersiap Lebih Awal

Cardano sedang membentuk bullish divergence di chart harian. Bullish divergence terjadi saat harga mencetak lower low, namun momentum, yang diukur dengan Relative Strength Index (RSI), justru bergerak naik. RSI membandingkan keuntungan dan kerugian terbaru untuk menilai apakah tekanan jual mulai melemah.

Pola ini sebelumnya pernah penting bagi Cardano.

Antara 4 November hingga 31 Desember 2025, ADA mencetak lower low sementara RSI membentuk higher low. Divergensi itu menandai tekanan jual yang mulai habis dan selanjutnya diikuti reli sebesar 32%. Struktur serupa kini mulai terbentuk lagi antara 4 November 2025 hingga 19 Januari 2026, selama harga ADA masih bertahan di atas area US$0,35.

Bullish Divergence Forming
Bullish Divergence Forming | Sumber: TradingView

Ingin insight token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Perilaku whale memperkuat sinyal kali ini.

Wallet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ADA terlihat terus menambah akumulasi sejak 12 Januari. Total simpanan mereka naik dari sekitar 5,51 miliar ADA menjadi 5,61 miliar ADA, meningkat sekitar 100 juta ADA, atau 1,8% hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Dengan harga saat ini, itu setara eksposur tambahan lebih dari US$36 juta.

Cardano Whales
Whale Cardano | Sumber: Santiment

Akumulasi seperti ini biasanya muncul sebelum terjadi pergeseran momentum, bukan setelahnya. Tapi, momentum saja tidak cukup. Perilaku dari kelompok holder lain juga yang bakal menentukan apakah pola ini bisa berlanjut.


Holder Tetap Tenang Sementara Aktivitas Jangka Pendek Meningkat — Sinyal Campuran

Agar bisa memahami risiko di balik pola ini, kita perlu melihat aktivitas pergerakan koin yang sudah dipegang atau spent coin. Aktivitas spent coin melacak berapa banyak koin yang dipindahkan di jaringan, sehingga memberi gambaran siapa yang menjual dan siapa yang masih diam.

Holder jangka panjang, yang di sini berarti wallet yang memegang ADA selama 180 hingga 365 hari, menunjukkan keyakinan kuat. Aktivitas spent coin mereka anjlok dari sekitar 67,47 juta ADA pada 14 Januari ke sekitar 174.000 ADA dalam waktu dekat ini. Penurunan lebih dari 99% ini menyebabkan aktivitas sentuh titik terendah bulanan. Singkatnya, holder jangka panjang tidak menjual di saat harga lemah.

HODLers Not Moving ADA
Holder Tidak Memindahkan ADA | Sumber: Santiment

Sementara, holder jangka pendek justru memperlihatkan kondisi yang sangat berbeda.

Koin yang dipegang selama 30 hingga 60 hari tiba-tiba menjadi jauh lebih aktif seiring dengan terbentuknya pola bullish. Aktivitas spent coin untuk kelompok ini melonjak dari sekitar 3,6 juta ADA pada 18 Januari menjadi sekitar 14,84 juta ADA, naik sekitar 312% dalam waktu singkat.

Divergensi ini cukup berpengaruh.

Kurangnya aktivitas dari holder jangka panjang cukup menopang sisi bawah harga serta menurunkan risiko panik. Di waktu bersamaan, naiknya aktivitas jangka pendek memperbesar risiko suplai jika harga mulai bergerak naik. Ketidakseimbangan semacam ini bisa saja yang dulu membatasi reli Cardano berbasis RSI sebelumnya sehingga tidak berubah jadi tren yang bertahan lama.

Short-Term Cohort
Kelompok Jangka Pendek | Sumber: Santiment

Apakah pola ini akan menghasilkan reli kini sangat bergantung pada reaksi harga di level-level kunci.


Level Harga Cardano dan Dua Metrik Lain Tentukan Apakah Sejarah Terulang

Terakhir kali Cardano reli 32%, pergerakan itu akhirnya gagal karena harga ADA tidak berhasil kembali ke exponential moving average (EMA) 50 hari. EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru sehingga lebih sensitif terhadap perubahan tren. Pada reli itu, ADA tertahan di dekat EMA 50 hari yang sekarang ada di sekitar US$0,41.

Level tersebut menjadi rintangan utama pertama lagi.

Jika divergensi RSI saat ini terkonfirmasi dan harga naik lebih tinggi, penutupan harian yang jelas di atas US$0,41 akan menandakan bahwa momentum jangka pendek akhirnya sejalan dengan skemanya. Di atas itu, US$0,43 menjadi resistance berikutnya, lalu US$0,48 yang sangat dekat dengan EMA 200 hari, sekaligus menandai perubahan tren yang lebih berarti.

Arus modal membawa perbedaan penting kali ini.

Chaikin Money Flow (CMF) yang memantau apakah modal masuk atau keluar dari suatu aset justru bergerak naik walaupun harga sempat turun. Sebelumnya, CMF gagal bertahan di atas garis nol saat reli, menandakan arus masuk lemah. Kali ini, CMF naik dan tetap positif, menunjukkan akumulasi terjadi bahkan saat harga Cardano turun.

Pembelian whale yang sudah disebutkan sebelumnya juga punya peran mendorong CMF ke level yang lebih tinggi.

Cardano Price Analysis
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Dari sisi bawah, pola ini masih bersifat kondisional. Jika terus turun di bawah US$0,35, maka divergensi bullish akan melemah dan membuka jalan menuju US$0,32 sehingga peluang pola berulang pun tertunda.

3 Altcoin yang Berpotensi Cetak Rekor ATH Baru di Pekan Ketiga Januari 2026

20 January 2026 at 05:53

Pasar kripto saat ini berada dalam kondisi netral, tidak didominasi oleh sentimen greed maupun fear, karena mayoritas token belum menunjukkan arah yang tegas. Sementara sebagian aset masih berjuang sekadar untuk pulih, beberapa altcoin justru mulai mendekati peluang pencetakan rekor harga all-time high (ATH) baru.

BeInCrypto menganalisis tiga altcoin yang berpotensi mencetak all-time high dalam beberapa hari ke depan.

Monero (XMR)

XMR masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mencetak all-time high baru pekan ini. Setelah melesat 57% hingga mencapai puncak sementara di dekat US$800, aset ini terkoreksi tajam. Saat ini, Monero nangkring di kitaran US$635, mencerminkan aksi ambil untung, bukan pelemahan struktural, di tengah minat yang tetap tinggi atas aset kripto yang berfokus privasi.

Kendati terkoreksi, XMR masih bertahan kokoh di atas zona support US$560. Indikator Chaikin Money Flow tidak menunjukkan arus keluar modal, melainkan hanya pelemahan arus masuk dalam 24 jam terakhir. Stabilitas ini mengindikasikan potensi akumulasi lanjutan, yang bisa membuka jalan bagi rebound sekitar 24% menuju all-time high sebelumnya.

XMR Price Analysis.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Risiko tetap ada apabila sentimen pasar memburuk. Bila terperosok secara tegas di bawah support US$560, itu akan menggugurkan proyeksi bullish. Dalam skenario tersebut, XMR terancam turun menuju US$500 atau lebih rendah, menandakan koreksi yang lebih dalam serta pergeseran momentum ke pihak penjual.

Rain (RAIN)

Rain termasuk salah satu altcoin yang saat ini bertengger paling dekat dengan all-time high-nya. Token ini berada kurang dari 10% di bawah puncak US$0,0100 yang tercapai awal bulan ini. Kinerja relatif yang kuat mencerminkan minat berkelanjutan, menjadikan RAIN sebagai aset penting untuk dipantau dalam fase pasar saat ini.

Pergerakan harga RAIN sangat bergantung pada kemampuannya untuk bertahan di atas support US$0,0090. Rebound yang solid dari area ini akan menandakan kembalinya momentum beli. Apabila itu terjadi, harga berpeluang kembali menguji US$0,0100, dan breakout di atas level tersebut akan mengantarkan Rain ke all-time high baru.

RAIN Price Analysis.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView

Risiko drop masih ada andaikata momentum bullish gagal terbentuk. Aksi turun ke bawah support US$0,0090 akan melemahkan struktur pasar. Dalam skenario ini, harga RAIN berpotensi terkoreksi menuju US$0,00860, mencerminkan retracement alias koreksi yang lebih dalam dan meningkatnya tekanan jual jangka pendek.

River (RIVER)

Harga RIVER masih berada sekitar 75% di bawah all-time high US$43. Namun, momentum terbaru mulai memangkas jarak tersebut. Altcoin ini meroket hampir 40% pada hari Minggu, menunjukkan akselerasi reli yang signifikan. Lonjakan tajam semacam ini menandakan minat spekulatif masih aktif, membuat prospek harga RIVER tetap terfokus pada volatilitas lanjutan dan kelanjutan tren.

Saat diperdagangkan di bawah resistance US$30, RIVER menunjukkan tekanan jual yang relatif terbatas dalam beberapa sesi terakhir. Volume yang stabil mengindikasikan holder cenderung bertahan alih-alih melepas kepemilikan. Jika struktur ini bertahan, momentum bullish dapat berlanjut sepanjang pekan, mendorong RIVER menembus US$30 dan membuka jalur menuju retest all-time high US$43.

RIVER Price Analysis.
Analisis Harga RIVER | Sumber: TradingView

Proyeksi bullish akan melemah seumpama sentimen investor beralih ke aksi ambil untung. Koreksi berpotensi menyeret harga RIVER menuju support US$19. Lenyapnya level tersebut akan serta-merta membuyarkan proyeksi bullish dan membuka risiko drop yang lebih curam menuju US$11, sekaligus menandai pembalikan struktur pasar secara tegas.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang berpotensi mencetak rekor harga ATH di pekan ketiga Januari 2026 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Meme Coin Wajib Pantau di Pekan Ketiga Januari 2026

20 January 2026 at 04:42

Meme coin mengalami pekan yang berat, seiring pasar kripto secara luas memancarkan sinyal netral hingga bearish. Meski banyak token masih mencatatkan koreksi, sebagian lainnya kini berada di titik yang berpotensi memicu pembalikan arah alias reversal.

BeInCrypto menganalisis 3 meme coin yang wajib masuk watchlist investor menjelang akhir Januari ini.

Ponke (PONKE)

PONKE masuk dalam jajaran performer terlemah pekan ini setelah anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$0,0474. Meski demikian, meme coin ini masih bertahan di atas level support US$0,0454, yang untuk sementara membatasi tekanan turun lebih lanjut. Pergerakan harga jangka pendek mencerminkan tekanan jual yang kokoh, namun stabilisasi mengindikasikan belum terjadi kapitulasi penuh.

Di tengah koreksi tersebut, PONKE masih mampu bertahan di atas exponential moving average (EMA) 50 hari. Level ini kerap menjadi penanda kekuatan tren jangka pendek. Selama harga tetap berada di atas EMA tersebut, peluang terjadinya breakdown yang lebih dalam relatif menurun, sekaligus menjaga peluang rebound teknikal tetap terbuka.

PONKE Price Analysis.
Analisis Harga PONKE | Sumber: TradingView

Agar pemulihan benar-benar terkonfirmasi, PONKE perlu merebut kembali resistance di US$0,0525. Jika level ini berhasil diterobos, harga berpotensi melaju menuju US$0,0611, yang dapat menutup sebagian kerugian sebelumnya. Sebaliknya, jika sentimen bearish terus berlanjut, drop di bawah US$0,0454 dapat membuka jalan bagi pelemahan lanjutan menuju US$0,0402.

Popcat (POPCAT)

POPCAT terkoreksi 18,4% dalam sepekan terakhir dan menjadi salah satu meme coin dengan kinerja terlemah. Saat ini, token tersebut diperdagangkan di atas support US$0,081. Meski tekanan jual cukup intens, zona ini sejauh ini mampu menahan penurunan lebih lanjut, menandakan fase stabilisasi jangka pendek ketika pelaku pasar menilai apakah tekanan jual mulai mereda.

Indikator teknikal mulai mengisyaratkan potensi kelelahan penjual. Money Flow Index (MFI) berada di sekitar ambang oversold (jenuh jual) di level 20,0, yang biasanya menandai berkurangnya tekanan jual. Penurunan di bawah level ini kerap diikuti oleh relief rally. Apabila minat beli kembali muncul, POPCAT berpotensi rebound menuju US$0,089, dengan US$0,100 menjadi level kunci untuk memulihkan kerugian terbaru.

POPCAT Price Analysis
Analisis Harga POPCAT | Sumber: TradingView

Namun, risiko koreksi masih membayangi apabila sentimen pasar gagal membaik. Tekanan jual yang berlanjut dapat mendorong POPCAT menembus support US$0,081. Jika itu terjadi, harga berpotensi meluncur ke area US$0,077 atau lebih rendah, yang akan membatalkan skenario pembalikan bullish dan memperkuat momentum bearish dalam jangka pendek.

Mog Coin (MOG)

Harga MOG turun 17,8% sepanjang pekan lalu dan kini parkir di sekitar US$0,000000267 pada waktu publikasi. Berbeda dengan meme coin lainnya, MOG masih menunjukkan tanda stabilisasi yang terbatas. Struktur harga dan indikator momentum justru mengarah pada risiko penurunan lanjutan, alih-alih sinyal pembalikan dalam kondisi pasar saat ini.

Tekanan jual masih terus terbangun berdasarkan indikator momentum. Money Flow Index berada di level 37,1, jauh di atas ambang oversold 20,0 yang biasanya mendahului rebound. Kondisi ini mengindikasikan harga MOG masih berpotensi melanjutkan penurunan, menembus support US$0,000000242, dan meluncur menuju level yang sebelumnya sempat diuji di US$0,000000206.

MOG Price Analysis.
Analisis Harga MOG | Sumber: TradingView

Meski demikian, perubahan sentimen pasar secara luas dapat mengubah prospek MOG. Jika kondisi bullish menguat, MOG berpotensi bertahan di atas support US$0,000000242. Bertahannya level ini dapat membuka peluang rebound menuju US$0,000000317, sekaligus membatalkan skenario bearish dan menandakan kembalinya minat spekulatif terhadap meme coin tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang meme coin untuk masuk watchlist pekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Zcash Terhindar dari Crash 34% saat Dip Buyer Masuk — Penyelamatan Sempurna atau Hanya Jeda Sementara?

20 January 2026 at 00:00

Zcash Hampir Alami Breakdown Besar, Tapi Pembeli Langsung Menyelamatkan. Pada Chart 12 Jam, Pola Bearish Hampir Terbentuk Sepenuhnya dan Mengisyaratkan Koreksi Harga Zcash yang Dalam.

Alih-alih breakdown, aksi beli saat harga turun menciptakan ekor bawah yang panjang, sehingga breakdown tertunda. Tapi pertanyaan lebih besar adalah apakah ini aksi pembelian penuh keyakinan atau hanya upaya bertahan sementara untuk menunda yang tak terelakkan.


Breakdown 34% Hampir Terjadi — Sampai Pembeli Masuk

Pada chart 12 jam, Zcash membentuk pola head-and-shoulders yang jelas. Level breakdown berada di sekitar US$359, dan harga sempat diperdagangkan di bawah titik tersebut. Pergerakan ini hampir memicu aktivasi penuh pola tersebut yang menargetkan penurunan 34%.

Namun, breakdown ini belum terkonfirmasi.

Pembeli bereaksi agresif, mendorong harga naik lagi di atas support sebelum candle ditutup. Hasilnya, tercipta ekor bawah yang panjang – sebuah tanda klasik bahwa permintaan muncul tepat di area yang diharapkan penjual akan melanjutkan tekanan jual. Untuk saat ini, ekor itu melambangkan breakdown yang terselamatkan, bukan pembalikan tren.

Bearish Pattern
Pola Bearish | Sumber: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar di Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Momen ini menambah sedikit lapisan support. Antara 10 Januari sampai 19 Januari, Zcash membentuk lower low pada harga, sedangkan indikator RSI (Relative Strength Index) justru membentuk higher low. Ini adalah bullish divergence standar di time frame 12 jam. Umumnya, sinyal ini menunjukkan adanya potensi rebound jangka pendek, terutama setelah penurunan tajam.

Bullish Divergence Forming
Bullish Divergence Mulai Terbentuk | Sumber: TradingView

Meski demikian, divergence ini masih rapuh. Agar tetap valid, harga Zcash harus bertahan di atas US$335 pada time frame 12 jam. Jika harga ditutup di bawah angka tersebut, sinyal akan melemah dan peluang penurunan kembali terbuka. Singkatnya, pembeli berhasil menunda penurunan. Tapi mereka belum menghilangkannya.


Pembelian Whale dan Arus Spot Mulai Melambat

Melihat lebih dalam, ada alasan kenapa breakdown ini tertahan.

Selama tujuh hari terakhir, whale menambah kepemilikan Zcash sebesar 12,65%, sehingga pasokan yang dikuasai whale naik jadi sekitar 9.950 ZEC. Kelompok inilah yang menyokong harga paling kuat selama tekanan jual. Sebaliknya, 100 alamat teratas (mega whale) tidak menambah kepemilikan secara signifikan, yang berarti para holder besar jangka panjang masih berhati-hati.

Zcash Whales
Whale Zcash | Sumber: Nansen

Data pasar spot juga memperkuat gambaran ini.

Pada akhir November, Zcash mencatat arus keluar harian dari exchange hampir US$61 juta, menandakan adanya aksi beli penuh keyakinan. Sekarang, permintaan sebesar itu sudah hilang. Pada 18 Januari, arus bersih keluar hanya US$15,7 juta. Lalu, 19 Januari, angkanya langsung turun ke US$7,68 juta saja. Ini merupakan penurunan 87% dibandingkan level akumulasi puncaknya.

Spot Exchange Netflows
Arus Bersih Exchange Spot | Sumber: Coinglass

Pembelian masih terjadi, tapi lajunya jauh lebih lambat.

Money Flow Index (MFI) membantu mengidentifikasi tipe permintaan yang terjadi. MFI menggabungkan data harga dan volume untuk menunjukkan apakah tekanan beli bersifat agresif atau defensif. Pada chart 12 jam, MFI membentuk higher low, walau harga Zcash menurun.

Pergerakan ini menandakan aksi beli saat harga turun, bukan aksi kejar breakout. Artinya, pembeli masuk hanya setelah harga melemah, bukannya langsung percaya diri membeli di harga tinggi.

ZEC Dip Buyers Continue To Come In
Aksi Beli Saat Harga Turun di ZEC Masih Berlanjut | Sumber: TradingView

Pembedaan ini penting. Aksi beli saat harga turun bisa menghentikan penurunan tajam, persis seperti yang baru terjadi di dekat level breakdown. Tapi tanpa dorongan lanjutan yang lebih kuat, biasanya aksi ini jarang mampu mendorong reli yang berkelanjutan sendirian.

Saat ini, permintaan Zcash masih ada. Tapi, permintaan itu terlihat hati-hati, selektif, dan lebih bersifat reaktif, bukan mendesak.


Level Harga Zcash yang Menentukan Apakah Save Berubah Menjadi Reversal

Karena breakdown tertunda, level harga kini menjadi lebih penting daripada indikator.

Zona penting pertama masih di kisaran US$359 hingga US$350. Jika Zcash kehilangan area ini dalam penutupan 12 jam, pola head-and-shoulders kemungkinan kembali aktif. Hal ini bisa membuka jalan turun ke US$250, yang hampir menyelesaikan proyeksi penurunan 34%.

Jika para pembeli terus mempertahankan zona ini, stabilisasi jangka pendek masih mungkin terjadi.

Untuk potensi kenaikan, level US$450 menjadi ujian nyata pertama. Level ini menandai bahu kanan dari pola bearish. Jika harga mampu bergerak stabil di atasnya, pola bearish dapat melemah dan momentum kembali terbentuk.

Zcash Price Analysis
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Namun, pola bearish baru benar-benar patah jika harga menembus di atas US$559. Sebelum itu terjadi, setiap pantulan masih tergolong koreksi, bukan perubahan tren.

Zcash sekarang berada di tengah-tengah. Pembeli membuktikan mereka siap bertahan di harga ini. Crypto whale mulai masuk. Aktivitas beli saat harga turun masih aktif. Tapi keyakinan sudah tak sekuat fase akumulasi sebelumnya.

Penurunan 34% sudah tertahan — untuk saat ini. Apakah kondisinya bertahan atau tidak akan sangat bergantung pada langkah para pembeli selanjutnya, bukan hanya tindakan mereka sebelumnya.

❌